Kembangkan Perikanan dengan “Internet of Things”
📅 Senin, 20 Jan 2025, 03:15 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Feru Lantara
DEPOK – Kemajuan teknologi terus dimanfaatkan untuk kehidupan yang lebih baik di berbagai bidang. Hal ini termasuk juga dalam bidang perikanana. Balai Benih Ikan (BBI) Kota Depok, mulai menerapkan teknologi modern seperti Internet of Things (IoT) untuk memantau dan mengelola kondisi budi daya ikan secara real-time.
“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas budi daya ikan,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, Widyati Riyandani, Sabtu.
Dia menyatakan penggunaan teknologi IoT penting untuk mendukung budi daya yang lebih modern. Sayang, tidak dijelaskan penggunaan IoT untuk pengembangan perikanan lebih rinci.
Selain itu, dia juga mengembangkan inovasi pakan mandiri berbahan dasar biskuit reject sebagai alternatif ekonomis dan ramah lingkungan.
Menurutnya, inovasi pakan tidak hanya membantu menekan biaya, tetapi juga memberikan solusi terhadap pengelolaan limbah makanan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam program ini, Pemkot Depok juga melengkapi BBI dengan berbagai fasilitas baru. Beberapa di antaranya adalah pembangunan guest house dengan kapasitas 24 orang.
Lalu, aula pelatihan yang dapat menampung hingga 50 orang. Ada juga penambahan kolam dan induk ikan untuk budi daya.
“Kami tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga menyiapkan fasilitas yang mendukung pelatihan dan edukasi. Guest house dan aula disiapkan untuk peserta pelatihan maupun peneliti yang ingin mempelajari pengelolaan perikanan,” jelas Widyati.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dukung PAD
Selain itu, BBI juga akan dilengkapi dengan genset pendukung IoT dan fasilitas mini raiser untuk pengelolaan ikan. Program ini, juga dirancang untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Depok.
“Kami berharap dengan peningkatan produksi benih, induk, dan ikan konsumsi, Balai Benih Ikan ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD,” juelas Widyati. Ini menjadi langkah penting Depok dalam mengoptimalkan potensi sektor perikanan sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.
Program pengembangan BBI tidak hanya menjadi simbol modernisasi sektor perikanan, tetapi juga bagian dari langkah besar menuju ketahanan pangan berkelanjutan. Widyati optimistis bahwa program ini akan memberikan manfaat yang luas baik dari segi ekonomi, lingkungan, maupun sosial.
Menurutnya, ini adalah upaya bersama untuk membangun masa depan lebih baik. Dia ingin sektor perikanan menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan contoh keberhasilan pengelolaan sumber daya berbasis teknologi di tingkat nasional.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Depok, melalui kolaborasi strategis dengan Badan Riset Nasional (BRIN), meluncurkan program “Integrasi Bisnis Perikanan Berbasis Komoditas Lokal” pada tahun 2024.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!