Kapal 'Monster' Masih Ada di Perairan Filipina
📅 Jumat, 12 Jul 2024, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Ted ALJIBE
MANILA - Juru bicara Angkatan Laut Filipina pada Rabu (10/7) menyatakan bahwa sebuah kapal Penjaga Pantai Tiongkok yang dijuluki "The Monster" telah mempertahankan kehadirannya secara ilegal di perairan Filipina selama setidaknya selama enam hari.
"Kapal dengan nomor lambung CCG 5901 terpantau berada di dekat Sabina Shoal sejak 3 Juli, dan kapal penjaga pantai terbesar dan paling modern Filipina, BRP Teresa Magbanua, terus membuntuti pergerakannya," kata juru bicara AL Filipina, Roy Vincent Trinidad.
Menurut Trinidad, di beberapa titik, kapal Tiongkok itu hanya berjarak sekitar 500 meter dari BRP Teresa Magbanua, dan hingga Rabu, CCG 5901 masih berada di sekitar Sabina Shoal.
"Kami memantau mereka karena mereka tidak boleh melakukan penelitian maritim apapun, mereka tidak boleh melakukan apapun yang merugikan keamanan negara," ucap Trinidad.
Penjaga Pantai Filipina pertama kali melihat kapal "The Monster" berlabuh di dekat Sabina Shoal pada Sabtu (6/7) lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, mengatakan pihaknya sudah melakukan panggilan radio dan memperingatkan bahwa kapal Tiongkok tersebut karena telah beroperasi di dalam ZEE Filipina, namun "The Monster" tidak menanggapi.
"Ini merupakan intimidasi dari pihak Penjaga Pantai Tiongkok," ucap Tarriela.
CCG 5901 yang memiliki berbobot 12.000 ton adalah kapal penjaga pantai terbesar di dunia yang dimiliki Penjaga Pantai Tiongkok dan kapal itu telah dipersenjatai dengan lengkap.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ditanya perihal masalah ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, mengatakan bahwa Sabina Shoal adalah milik Tiongkok. "Sabina Shoal adalah bagian dari Kepulauan Nansha (Spratly), bukan ZEE Filipina," kata Lin.
Seruan Pemindahan
Pada sebuah konferensi pers di Beijing, Lin Jian pun menyatakan bahwa pemerintah Tiongkok meminta agar Filipina segera memindahkan kapal perangnya yang sengaja dikandaskan di Laut Tiongkok Selatan (LTS).
"Kami terus meminta Filipina untuk memindahkan kapal perang yang sengaja dikandaskan di Ren'ai Jiao (Second Thomas Shoal) dan berhenti merusak ekosistem di sana," kata Lin.
Filipina menempatkan kapal perang usang BRP Sierra Madre di Second Thomas Shoal yang diklaim Filipina berada di dalam zona ekonomi eksklusifnya dan secara rutin melakukan rotasi pasukan maupun pengiriman logistik ke kapal tersebut.
Pemerintah Tiongkok saat ini mengklaim hak kedaulatan dan yurisdiksi atas kepulauan yang disebut Nanhai Zhudao di LTS yang terdiri dari Dongsha Qundao, Xisha Qundao, Zhongsha Qundao, dan Nansha Qundao, atau lebih dikenal sebagai Kepulauan Pratas, Kepulauan Paracel, Kepulauan Spratly dan area Tepi Macclesfield.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!