Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Jangan Curiga, Justru Tiru Negara yang Terapkan Prokes Ketat

Foto : William WEST / AFP

People hold placards up at a government detention centre where Serbia's tennis champion Novak Djokovic is reported to be staying in Melbourne on January 7, 2022, after Australia said it had cancelled the entry visa of Djokovic, opening the way to his detention and deportation in a dramatic reversal for the tennis world number one.

A   A   A   Pengaturan Font

Buang ­jauh-jauh dugaan bahwa pemerintah Inggris di turnamen All England dan langkah pemerintah Singapura di Piala AFF adalah bagian dari ­konspirasi untuk meng­gagalkan pemain atau tim Indonesia memenangi ­kejuaran.

Perhatian pecinta olahraga, khususnya tenis, di awal 2022 ini tertuju pada Kota Melbourne di Australia. Mereka menunggu-nunggu digelarnya kejuaraan tenis Grand Slam Australia Open 2022 itu sudah pasti. Tetapi dalam dua hari terakhir pecinta tenis digemparkan dengan dibatalkannya visa masuk Australia bagi petenis nomor satu dunia, Novak Djokovic.

Petenis asal Serbia itu telah mendarat di Melbourne pada Rabu malam, setelah mengungkapkan di media sosial bahwa dirinya memiliki pengecualian medis untuk bermain di Australia Open ini meski tanpa bukti telah divaksinasi Covid-19. Pengecualian vaksin yang diberikan oleh penyelenggara Australia Open setelah permohonannya disetujui oleh dua panel medis itu memicu kemarahan di antara warga Australia yang telah mengalami isolasi karena Covid-19 selama dua tahun.

Meski sudah mendarat di Melbourne, namun juara Australia Open sembilan kali itu gagal melewati imigrasi. "Mr Djokovic gagal memberikan bukti yang sesuai untuk memenuhi persyaratan masuk ke Australia, dan visanya kemudian dibatalkan," demikian petugas imigrasi Australia dalam sebuah pernyataan, Kamis (6/1). Djokovic pun terkatung-katung di Bandara Tullamarine, Melbourne.

Kini Djokovic ditempatkan di hotel yang sama dengan yang digunakan sebagai fasilitas penahanan darurat bagi para pencari suaka di pinggiran kota Melbourne sambil menunggu apakah Pemerintah Australia bakal meloloskan dispensasi kewajiban vaksin yang berlaku atau mengirimnya pulang ke Serbia.

Di tengah kesendiriannya di Park Hotel yang hanya berjarak sekitar empat kilometer dari hotel mewah tempat sebagian besar peserta Australia Open menginap, Djokovic mendapat dukungan penuh dari warga Serbia. Presiden Serbia, Alexandar Vucic menelponnya dan mengatakan bahwa seluruh warga Serbia bersamanya. "Kami melakukan segalanya untuk menyudahi tindakan mempermalukan terhadap petenis terbaik dunia ini," kata Vucic.
Halaman Selanjutnya....


Redaktur : Koran Jakarta
Penulis : Koran Jakarta

Komentar

Komentar
()

Top