Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inflasi Bogor Dipengaruhi 20 Komoditas

📅 Rabu, 16 Okt 2024, 04:08 WIB | Oleh:
Inflasi Bogor Dipengaruhi 20 Komoditas Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
Ket. Penjabat Bupati Bogor Bachril Bakri di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

BOGOR - Harga 20 komoditas menjadi alat ukur inflasi Kabupaten Bogor. "Perkembangan inflasi rutin saya sampaikan ke pemerintah pusat," ungkap Penjabat Bupati Bogor, Bachril Bakri, Selasa (15/10).

Dua puluh komoditas tersebut antara lain brambang, bawang, cabai, beras, dan telur. Setiap pekan dia mengaku melaporkan upaya pengendalian inflasi daerah kepada pemerintah pusat melalui rapat koordinasi penanganan terpadu. "Harga komoditas yang menjadi alat ukur inflasi ada 20 komoditas," tuturnya. Hal ini dinilai dari indeks perkembangan harga, perubahan harga dari hari ke hari, dan dibandingkan dengan sebelumnya.

Bachril mengungkapkan bahwa penanganan inflasi merupakan program yang saat ini tengah menjadi fokus pemerintah pusat. Ini juga harus dilaksanakan seluruh kepala daerah. Lebih jauh Bachril menerangkan, setiap OPD Pemerintah Kabupaten Bogor nantinya memantau harga pangan setiap pasar dengan melibatkan Perumda Pasar Tohaga.

Kemudian gerakan pasar murah yang dilaksanakan di tiap kecamatan, rapat koordinasi pengendalian inflasi yang dilaksanakan rutin mingguan untuk memantau indeks angka inflasi.

Meski begitu, kondisi Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Kabupaten Bogor dalam kondisi aman. Saat ini, angka IPH Kabupaten Bogor di angka -1,51 berada di median antara tertinggi 3,03 dan terendah -6,51.

Angka IPH tersebut didapati Pemerintah Kabupaten Bogor dengan metode pendataan yang dilakukan secara periodik terhitung Januari hingga Juni 2024. IPH tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Misalnya, perkembangan harga komoditas cabai rawit, cabai merah, dan telur ayam ras. Untuk komoditas tersebut selama Januari tercatat sebesar -8,2813 persen. Kemudian Februari sebesar 4,4836 persen dan Maret sebesar 13,5293 persen.

Selanjutnya IPH April sebesar -6,6900 persen. Mei sebesar 1,9400 persen dan Juni sebesar -3,200 persen. Kondisi IPH merupakan hasil dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang dibentuk Pemkab Bogor. Pemerintah Kabupaten Bogor juga sudah membuat Peta Jalan Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2022-2024.

Operasi Zebra

Sementara itu, Polres Kabupaten Bogor tengah menggelar Operasi Zebra Lodaya 2024 selama dua pekan, 14-27 Oktober. Kepala Bagian Operasional Polres Bogor, Kompol Bayu Tri Nugraha, saat memimpin apel gelar pasukan di halaman Mapolres Bogor, Cibinong mengungkapkan bahwa operasi melibatkan unsur TNI.

Unsur lain yang dilibatkan adalah Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja. "Instansi terkait lainnya siap bersinergi guna menciptakan situasi kondusif," ungkap Bayu. Tujuan operasi untuk menurunkan angka kecelakaan, pelanggaran lalu lintas, balapan liar, dan kriminalitas jalanan. Tujuan lain juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan tertib berlalu lintas.

Bayu menjelaskan, operasi melibatkan sebanyak 1.960 personel secara keseluruhan. Polres Bogor menempatkan personelnya di titik-titik utama. Setiap Polsek dan Koramil menugaskan anggotanya di wilayah masing-masing. Bayu menerangkan Operasi Zebra Lodaya dilaksanakan secara mobile melalui Electronic Traffic Law Enfocement (ETLE) dan tilang manual. Penindakan dilakukan secara humanis.

Beberapa jenis pelanggaran yang menjadi sasaran dalam operasi di antaranya: tidak menggunakan helm, melawan arus, pengemudi di bawah umur. Kemudian, melebihi batas kecepatan, tidak menggunakan sabuk pengaman, dan berkendara dalam keadaan mengantuk.

Pelanggaran lain, menggunakan ponsel saat berkendara serta pemotor berboncengan lebih dari satu. "Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat secara bersama membangun budaya tertib berlalu lintas," harap Baru. Dia mendorong warga penuh kesadaran taat berlalu lintas. Jika tertib harapannya, akan mengurangi angka fatalitas kecelakaan lalu lintas. wid/Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

51 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.