Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Salah Satu dari Negara G20 yang Korupsinya Parah

📅 Sabtu, 05 Mar 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Indonesia Salah Satu dari Negara G20 yang Korupsinya Parah Doc: Sumber: Transparency International – Litbang KJ/an

» Pemerintah harus memonitor dan mengevaluasi tata niaga pangan agar lepas dari intervensi pemburu rente.

» Koordinasi menjadi kunci penegakan hukum dan pemberantasan korupsi sehingga diperlukan upaya kerja sama.

JAKARTA - Komisi Tindak Pidana Korupsi (KPK) menyatakan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia pada 2045, maka hal yang harus dipenuhi adalah mengatasi masalah kebangsaan terutama korupsi.

Ketua KPK, Firli Bahuri, saat tampil sebagai pembicara kunci pada Kick Off G20 AntiCorruption Working Group (ACWG) di Jakarta, Jumat, mengatakan peta jalan atau roadmap pemberantasan korupsi 2020-2045 yang telah disusun KPK diharapkan akan menurunkan angka korupsi atau mengatasi segala bentuk korupsi yang senantiasa berkembang, baik dari sisi modus, jenis, bentuk, maupun tahapan.

Pada tahap pertama, KPK melakukan pemberantasan korupsi melalui pendidikan masyarakat supaya tidak ingin melakukan korupsi. Kemudian, melakukan pencegahan dengan cara perbaikan sistem agar tidak ada celah bagi seseorang untuk melakukan korupsi.

"Dengan sistem yang baik, tidak ada ruang dan peluang, serta kesempatan untuk orang melakukan korupsi. Satu teori dari literatur yang pernah kami baca, korupsi disebabkan oleh kegagalan sistem. KPK mempunyai kepentingan melakukan pencegahan tindak pidana korupsi dengan perbaikan sistem," jelas Firli.

Strategi berikutnya adalah penindakan kepada para pelaku korupsi yang dilaksanakan secara proporsional dan akuntabel demi kepentingan umum. Di samping itu, KPK juga akan melakukan penindakan dengan jaminan kepastian hukum, keadilan, dan hak asasi manusia sebagaimana asas-asas tugas pokok yang dimiliki lembaga antirasuah itu.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD, berharap G20 dapat membawa manfaat yang besar bagi Indonesia selaku pemegang Presidensi G20 dan menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk meningkatkan pemberantasan korupsi.

Ia mengingatkan seluruh aparat penegak hukum untuk selalu bersinergi dalam menegakkan hukum. Koordinasi menjadi kunci penegakan hukum dan pemberantasan korupsi sehingga diperlukan upaya kerja sama, baik ke dalam maupun di luar.

Mahfud menyebut Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada tahun 2021 masih cenderung stagnan, bahkan mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, sehingga Indonesia masih mempunyai citra perilaku korupsi di dunia.

Berdasarkan rilis skor IPK pada awal 2022, skor IPK Indonesia di tahun 2021 naik menjadi 38, yang sebelumnya turun menjadi 37 pada tahun 2020. Selain itu, peringkat Indonesia juga membaik dari 102 menjadi 96. Namun dengan posisi tersebut, menandakan Indonesia menjadi salah satu negara G20 yang memiliki permasalahan korupsi yang masih merajalela.

"Namun pada tahun 2021 yang dirilis pada awal 2022 ini kita mengalami kenaikan lagi meskipun tidak terlalu tinggi dari ranking 102 menjadi 96 dengan indeks persepsi sekarang ini 38 (dari skala 0-100) dan tetap menjadi salah satu negara G20 yang tergolong korupsinya cukup parah," kata Mahfud dalam kesempatan yang sama.

Ongkos Politik

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Indonesia Dorong ACAFTA Buk...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.