Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Duta Besar LBBP RI untuk India, Ina H Krisnamurthi

India Merupakan Negara Penting bagi Indonesia

Foto : ISTIMEWA

Duta Besar LBBP RI untuk India, Ina H Krisnamurthi

A   A   A   Pengaturan Font

Banyak hal menarik tentang India, terutama karena kemajuan ekonominya sangat fantastis, pencapaian di bidang teknologi informasi, diaspora India yang kini menduduki posisi penting di berbagai negara dan lain sebagainya.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang India dan hubungan bilateral Indonesia-India serta kemanfaatannya bagi kedua negara, wartawan Koran Jakarta, Krisman Kaban, mewawancarai Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk India, Ina H Krisnamurthi. Berikut petikannya.

Apa kesan Anda setelah menjalankan tugas sebagai Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk India?

Saya menyerahkan surat kepercayaan (Credential Letter) kepada Presiden India, Ram Nath Kovind, pada tanggal 16 Maret 2022. Sejak saat itu, saya resmi menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI di India. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya karena merupakan Duta Besar Perempuan Pertama untuk Indonesia di India.

Hubungan bilateral antara Indonesia dan India telah berjalan dengan baik sejak pembukaan hubungan diplomatik kedua negara pada Maret 1951 dan secara konsisten terus menunjukkan peningkatan dalam semua tataran baik politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

Hubungan bilateral Indonesia-India berkembang pesat sejak kunjungan Presiden RI pada bulan November 2005 yang menghasilkan Kemitraan Strategis Baru Indonesia-India (New Strategic Partnership Indonesia-India) yang kemudian ditingkatkan kembali menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada tahun 2018 di masa Presiden Joko Widodo.

India juga merupakan mitra terpenting India di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia dan India juga memiliki visi bersama dalam menjaga stabilitas keamanan, perdamaian di Indo-Pasifik, tertuang di Shared Vision on Maritime Cooperation in the Indo-Pacific between Indonesia and India.

Setelah sekitar satu tahun menjadi Duta Besar, saya memiliki kesan bahwa India merupakan negara yang memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia. Indonesia juga memiliki hubungan budaya yang sangat erat dengan India sejak 2000 tahun lalu. Hal tersebut bisa kita lihat dari berbagai cerita Ramayana dan Mahabarata yang populer di Indonesia, serta arsitektur bangunan candi.

Secara geografis, India juga negara dekat Indonesia. Banyak dari Masyarakat Indonesia dan juga India yang belum mengetahui bahwa Indonesia dan India merupakan negara yang berbatasan langsung. Kita hanya dipisahkan oleh laut andaman di mana jarak pulau sabang dengan kepulauan andaman dan nicobar milik India hanya sekitar 200 km.

Saya ingin menambahkan bahwa masyarakat India memiliki kemajemukan yang luar biasa besar, seperti di Indonesia. Dengan jumlah penduduk sebesar 1,4 miliar jiwa, India memiliki sekitar 600 suku, 22 bahasa utama, dan 700 bahasa daerah. Di India juga setidaknya terdapat delapan agama utama. India juga memiliki sejumlah kesamaan dengan Indonesia yakni merupakan negara demokrasi besar dan juga anggota G20.

India merupakan negara yang penting bagi Indonesia. India merupakan salah satu pasar yang sangat besar bagi produk Indonesia. Perdagangan kedua negara mencapai 32 miliar dollar AS pada 2022, dengan surplus bagi Indonesia sekitar 14 miliar dollar AS. India merupakan salah satu konsumen terbesar sawit Indonesia dan batu bara Indonesia.

Dalam bidang kesehatan, India adalah pharmacy of the world, negara penyedia obat generik terbesar di dunia (20 persen obat generik global). India memenuhi sebagian besar kebutuhan vaksin WHO, serta mengekspor vaksin Covid-19 ke berbagai belahan dunia. India adalah salah satu supplier utama bahan baku obat (BBO) Indonesia.

India dan Indonesia memiliki kesamaan posisi pada berbagai isu kawasan dan global, antara lain anti-terorisme, kelautan, migran, kemanusiaan, dan lain-lain. Indonesia dan India tergabung dalam Group-77 dan pendiri Gerakan Non-Blok (GNB). Interaksi dan kerja sama Asean dengan India juga sangat intensif.

Kedekatan di berbagai bidang ini merupakan modal awal untuk terus mengembangkan hubungan bilateral ke depannya.

Apa misi utama yang diberikan negara-dalam hal ini Presiden Joko Widodo-untuk Anda dalam menjalankan tugas sebagai Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk India?

Misi utama yang diberikan oleh Presiden RI, yakni: Mewujudkan peningkatan perdagangan bilateral kedua negara guna mencapai target 50 miliar dollar AS pada tahun 2025; Mendorong kerja sama investasi, khususnya di bidang energi (oil and gas, batu bara, energi terbarukan), mengingat kebutuhan energi india yang besar (konsumen energi ke-3 di dunia); Mendorong kerja sama kesehatan; Mendorong kerja sama maritim melalui Shared Vision on Maritime Cooperation in the Indo-Pacific between Indonesia and India, dan mendorong perundingan penetapan batas ZEE; Mendorong peningkatan wisatawan India ke Indonesia melalui pemanfaatan Air Service Agreement (ASA), serta penguatan kerja sama sosial budaya dan p - to - p; Memperkuat dukungan terhadap Presidensi Indonesia pada G20, dan mengawal keberlanjutan agenda dan prioritas Presidensi Indonesia pada Presidensi India di 2023; Memperkuat dukungan India sebagai Mitra Wicara Asean, dan terhadap keketuaan Indonesia di Asean pada 2023.

Hubungan bilateral Indonesia-India selama ini cukup baik, apa yang bisa kita petik dari hubungan baik ini?

Hubungan baik dan kedekatan hubungan sejarah serta sosial budaya dengan India dapat menjadi modalitas kerja sama di masa depan. Tantangannya adalah untuk membuat hubungan yang baik ini menjadi kerja sama konkret dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat di kedua negara.

Bisa dijelaskan volume perdagangan Indonesia dengan India?

Perdagangan Bilateral Indonesia-India tahun lalu mencapai rekor baru, dengan total Perdagangan sebesar 32,7 miliar dengan surplus perdagangan Indonesia sebesar 14,05 miliar. Pertumbuhan ini meningkat signifikan dari tahun 2021, di mana total perdagangan kedua negara baru mencapai 21 miliar dengan surplus perdagangan baru sebesar 5,3 miliar.

Produk-produk apa saja yang dominan?

Produk-produk ekspor Indonesia yang dominan ke India adalah sebagai berikut: dua produk utama: CPO dan batu bara; produk-produk manufaktur: besi dan baja, berbagai produk kimia, peralatan-permesinan elektrikal, berbagai produk plastik, rayon/serat fiber (bahan baku benang), kendaraan; berbagai produk tambang selain batu bara: bijih besi, timah; berbagai produk perkebunan: karet, cokelat; rempah-rempah (termasuk kopi dan teh) dan produk lainnya: pupuk, furnitur, kayu dan produk kayu, sabun dan agen/preparat pembersih.

Produk-produk impor India yang dominan ke Indonesia adalah sebagai berikut: besi-baja, BBM, gula, berbagai produk kimia, kendaraan bermotor, daging (utamanya daging kerbau beku), berbagai produk farmasi, dan lain-lain.

Potensi ekspor apa saja yang masih bisa dikembangkan dengan India ke depan?

Berbagai potensi ekspor yang kami pandang bisa didorong lebih jauh, antara lain: alas kaki, aluminium, minyak atsiri-kosmetik dan wangi-wangian, produk tekstil rajutan, perhiasan, tembakau, berbagai produk dari logam, nikel, dan produk turunannya.

Selama ini pengusaha atau investor India banyak berinvestasi ke Indonesia, sementara investor Indonesia sangat jarang kita dengar ekspansi ke India. Bagaimana iklim investasi di India dan apa yang membedakan dengan iklim investasi di Indonesia?

Memang betul bahwa investasi Indonesia di India tidak sebanyak investasi India di Indonesia. Namun demikian, minat investasi dari Indonesia terus bertambah. Saat ini, status perusahaan Indonesia yang investasi di India adalah sebagai berikut:

Pengolahan makanan: 1) Mayora India (Hyderabad), 2) Garuda Polyflex (Bengaluru), 3) Enerlife-Kaldu Sari Nabati (Chennai).

Startup/IT related: 1) Anabatic Technologies (Bengaluru), 2) GoTo (backbone service-Bengaluru), 3) Traveloka Indonesia (R&D Centre-Bengaluru).

Pertanian/Peternakan: 1) Tanindo Seeds (Bengaluru), 2) Japfa Comfeed (Pune)

Logistics, cargo & forwarding: 1) Samudra Ind. Shipping Lines (Mumbai), 2) Samudra Naga (Mumbai).

Airlines: 1) Garuda Airways (Mumbai).

Iklim Investasi India lebih terfokus kepada berbagai fasilitasi yang ditawarkan oleh setiap State di India secara otonomi. Otoritas pengelola Investasi di India adalah Invest India, dan mereka juga telah menawarkan berbagai paket insentif Investasi dari sisi pemerintah pusat India. Wilayah Selatan India dikenal lebih "ramah" iklim investasinya, sehingga secara historis investasi dari Indonesia banyak terfokus di wilayah dimaksud. Meskipun demikian, wilayah Utara dan Timur India terus berbenah diri dalam upaya mengejar ketertinggalannya.

Diaspora India di Indonesia dan bahkan di berbagai negara dunia cukup banyak dan sukses. Apa yang mendorong mereka bisa sukses?

Jumlah diaspora India di dunia memang yang terbesar di dunia, 32 juta orang. Tiga kali lipat dari jumlah diaspora RRT maupun Indonesia yang berkisar di angka 9-10 juta. Faktor jumlah ini tentunya menjadi faktor penting terkait mengapa kita sering mendengar tentang kesuksesan diaspora India. Selanjutnya, perlu dipahami bahwa karena begitu tingginya persaingan di lapangan kerja India maka diaspora India banyak sekali yang berpendidikan tinggi, khususnya di bidang IT, sehingga memungkinkan mereka untuk bekerja di sektor tersebut dan banyak yang menduduki level middle hingga top management.

India salah satu negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi dan teknologi yang pesat di dunia dalam dua dekade terakhir, apa yang membuat India bisa semaju sekarang?

India telah menetapkan berbagai kebijakan dan paket reformasi yang mendorong peningkatan investasi, produktivitas dan kestabilan sektor fiskalnya. Selain itu, India juga memanfaatkan pasar domestiknya untuk mendorong pengembangan industri dan pertanian dalam negeri untuk memenuhinya: Atmarnibaar Bharat (Self Reliance).

Berbagai kebijakan yang diambil India selama dua dekade terakhir ini yang mendorong pesat pertumbuhan ekonomi dan teknologi hingga sekarang antara lain: kebijakan pajak terintegrasi (GST), fokus pada perdagangan jasa (berdampak pada tingginya kontribusi IT dan sektor jasa terkait di India: call center, data management center, accounting services, dan lain-lain), insentif untuk ekspor dan pengembangan manufaktur dalam negeri. Murah dan masifnya tenaga kerja di India juga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan pesat ekonomi dan teknologinya hingga sekarang.

Make in India: bertujuan untuk meningkatkan nilai perdagangan dan perekonomian India dengan mengundang para pengusaha di seluruh dunia untuk berinvestasi ke India;

Digital India: bertujuan untuk meningkatkan perekonomian India melalui digitalisasi dengan menciptakan infrastruktur digital (digital infrastructure), memberikan layanan digital dan menuju literasi digital;

Sagarmala: Bertujuan untuk mengembangkan serangkaian pelabuhan di India dan meningkatkan konektivitas dengan pusat ekonomi utama dan sekitarnya melalui perluasan layanan kereta api, air pedalaman, pesisir dan jalan raya;

International Solar Alliance (Aliansi Tenaga Surya): suatu inisiatif plurilateral yang menggalang 121 negara yang berada pada lokasi antara Tropical Cancer dan Tropical Capricorn, baik sebagian maupun seluruh wilayah, dan bertujuan untuk pemanfaatan tenaga surya untuk sumber energi (bersih), dan guna mengurangi ketergantungan energi pada bahan bakar fosil, disebabkan keprihatinan negara-negara berkembang tentang perubahan iklim untuk kemudian beralih ke energi rendah karbon;

Production Linked Incentive (PLI); Merupakan insentif keuangan yang diluncurkan oleh pemerintah India pada 1 April 2020, yang bertujuan untuk menjadikan India sebagai pusat manufaktur dan meningkatkan ekspor sebagai skema lanjutan dari Aatmanirbhar Bharat.

Perguruan tinggi di India dikenal cukup bagus, namun warga negara Indonesia sangat minim menempuh pendidikan di Indonesia. Bisa dijelaskan apa yang menjadi hambatan atau kendala?

Secara umum, jumlah siswa asing di India memang masih rendah. Tercatat pada tahun 2021 di India terdapat 48,000 siswa asing, jauh di bawah misalnya AS atau Australia yang mencapai 600-700 ribu siswa. Siswa asing tersebut kebanyakan berasal dari negara tetangga (Nepal, Bangladesh, Bhutan, Afghanistan), Negara-negara Afrika seperti Sudan, Tanzania, dan Nigeria. Dari sini dapat dilihat bahwa India secara umum belum menjadi tempat tujuan untuk memperoleh pendidikan khususnya pendidikan tinggi.

Mahasiswa Indonesia di India saat ini jumlahnya di bawah 200 orang, sangat kecil. Hambatan terbesar tentunya adalah belum terbentuknya image India sebagai tempat tujuan bagi siswa yang ingin memperoleh pendidikan di luar negeri. Adalah tugas pemerintah India untuk berpromosi kiranya mengharapkan peningkatan mahasiswa asing di negaranya.

Setelah Indonesia, kini India menjadi Presidensi G-20. Peran apa yang bisa diberikan Indonesia dalam konteks penyelenggaraan acara penting negara-negara G-20 ini?

Presidensi India di G20 menemui tantangan yang serupa dari adanya perang di Ukraina yang masih juga belum usai. Isu tersebut membuat posisi sejumlah negara sangat berseberangan dan telah mengakibatkan dua pertemuan tingkat menteri di India, yakni Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral pada Februari 2023 serta Menteri Luar Negeri pada Maret 2023, gagal menghasilkan komunike bersama karena tidak adanya konsensus.

Indonesia, sebagai bagian dari Troika G20, terus secara konstruktif mendorong penuh suksesnya Presidensi India di G20, sebagaimana India yang juga mendukung suksesnya Presidensi Indonesia di G20 pada tahun lalu. Presidensi G20 India diharapkan dapat melanjutkan momentum suksesnya G20 di Indonesia dengan adanya konsensus.

Indonesia juga terus bekerja sama dengan India untuk melakukan follow up Bali Leaders' Declaration dan mengimplementasikan G20 Action for Strong and Inclusive Recovery. Terkait dengan hal tersebut, dalam kerangka G20, terdapat 6 proyek konkret antara Indonesia dan India senilai USD 4,68 miliar yang telah disepakati dan guna didorong implementasinya.


Redaktur : Redaktur Pelaksana
Penulis : Kris Kaban

Komentar

Komentar
()

Top