Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hati-hati! Target Pelaku Perdagangan Orang Saat Ini: Lulusan S1 atau D3

📅 Selasa, 16 Mei 2023, 08:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hati-hati! Target Pelaku Perdagangan Orang Saat Ini: Lulusan S1 atau D3 Doc: ANTARA/Kemlu RI
Ket. Sebanyak 14 WNI korban penipuan perusahaan "online scam" dari Kamboja dipulangkan ke Indonesia pada Senin (8/8/2022).

JAKARTA - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyoroti tren korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mulai bergeser kepada masyarakat yang sudah berpendidikan tinggi.

"Menariknya misalnya hari ini, secara mutakhir, mereka yang menjadi korban pelaku TPPO bukan lagi mereka yang dikategorikan berpendidikan rendah atau tidak memiliki akses informasi," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam FMB9 Deklarasi ASEAN Melindungi Pekerja Migran yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (15/5).

Benny menuturkan pada kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat untuk bekerja ke Kamboja atau Myanmar yang terkena scamming online, rata-rata tingkat pendidikannya S1 atau D3.

Mereka ditempatkan secara ilegal melalui iming-iming mendapatkan gaji bertarif tinggi dengan cara yang cepat, meski mengetahui akan diberangkatkan secara tidak resmi, yakni menggunakan visa turis, visa umroh atau ziarah ke Timur Tengah.

Padahal di Indonesia sudah mempunyai payung hukum Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 Pasal 8 Ayat 1 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, yang terkait perlindungan administratif dan perlindungan teknis.

Di dalamnya ditegaskansetiap dokumen untuk keperluan administrasi juga harus dimiliki oleh para pekerja dan dipastikan visanya adalah visa pekerja.

"Setiap mereka yang bekerja resmi ke negara-negara penempatan, itu jelas harus mengikuti apa yang dipersyaratkan oleh undang-undang kita. Tidak sekadar mereka harus mengikuti pendidikan dan pelatihan, tidak sekadar harus mereka dibuktikan dengan kompeten atau bersertifikat kompetensi," katanya.

Benny meminta persoalan ini betul-betul dikawal pemerintah. Berdasarkan data BP2MI secara by name by address jumlah PMI yang secara resmi bekerja di Malaysia ada 1.3244.102 orang pada sektor perkebunan, operator, hingga sektor domestik.

Kemudian di Singapura kurang lebih 322 ribu orang, Thailand 4.000 orang untuk bidang konveksi dan pelaut, 92.000 orang di Brunei Darussalam untuk bekerja domestik dangeneral worker, serta Myanmar kurang lebih 1.016 orang.

Dalam kesempatannya ia menekankan bahwa Filipina, Laos, Kamboja, dan Timor Leste, bukan negara penempatan, sehingga bagi seluruh masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri diimbau untuk memastikan berangkat secara legal.

Bennyberharap diselenggarakannya KTT ASEAN ke-42 yang dipimpin Indonesia bisa mengajak seluruh pemimpin kawasan ASEAN untuk secara berdaulat menyatakan perang pada sindikat TPPO dan tidak memberikan izin bagi warga negara asing untuk bekerja secara tidak resmi di negara lain.

Dengan demikian seluruh pemimpin bisa mendeklarasikan bahwa kawasan ASEAN siap memerangi kejahatan TPPO dan menegakkan hukum yang dapat melindungi para pekerja migran agar tidak terjerat tipu daya para pelaku.

"Kita bisa menggunakan forum-forum diplomatik untuk bersikap keras agar tidak ada negosiasi, tidak ada kompromi, pada tindak pidana perdagangan orang yang bisa kita kategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan," ucap Benny.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

50 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.