Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gula Aren dan Kolang-Kaling Menjadi Produk Unggulan Rejang Lebong

📅 Minggu, 26 Mar 2023, 23:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gula Aren dan Kolang-Kaling Menjadi Produk Unggulan Rejang Lebong Doc: Antara
Ket. Tanaman aren yang tumbuh di perkebunan warga di Desa Air Meles Bawah, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong

Rejang Lebong, Bengkulu - Ketua Komisi II DPRD Rejang Lebong Wahono mengatakan tanaman aren merupakan komoditas unggulan daerah ini, karena itu perlu terus dijaga agar tidak punah.

"Setelah tanaman kopi dan aneka sayuran lainnya,tanaman aren jadi unggulan karena bisa diambil buahnya untuk dijadikan kolang-kaling guna memenuhi kebutuhan ekspor," kata Wahono di Rejang Lebong, Minggu (26/3).

Karena itu, dia meminta Pemkab Rejang Lebong melalui dinas terkait agar melakukan upaya-upaya untuk melestarikan tanaman aren yang tumbuh di 15 kecamatan wilayah itu, melalui kegiatan peremajaan dan pembagian bibit gratis.

Dia menjelaskan akibat pengambilan buah aren secara besar-besaran juga mempengaruhi produksi air nira yang dihasilkan, sehingga bisa menurunkan produksi gula aren atau gula batok yang dihasilkan Kabupaten Rejang Lebong kedepannya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong Zulkarnain mengatakan saat ini Kabupaten Rejang Lebong sudah ada tanaman aren varietas lokal unggulan Semulen ST 1 yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan tanaman aren lainnya.

"Bibitnya saat ini bukan hanya kita sebarkan di wilayah Kabupaten Rejang Lebong tetapi juga ke luar seperti Sulawesi, Aceh, Bandung, Bali dan lainnya. Bibit ini mereka beli ke sini, karena sudah bersertifikat," ujarnya.

Adanya ekspor kolang-kaling dari Kabupaten Rejang Lebong sejak beberapa tahun belakangan, tambah dia, harus dipikirkan keberlanjutan dari tanaman itu sendiri dengan menyiapkan anggaran pembelian bibit untuk peremajaan tanaman aren yang baru bisa dipanen saat berumur tujuh tahun.

"Jangankan dalam kurun waktu tujuh tahun, dalam waktu dua tahun ke depan kita juga agak khawatir. Permasalahan ini sudah lama dipikirkan, tetapi belum dianggarkan karena keterbatasan anggaran daerah. Kami sudah memperbanyak benihnya di kebun induk kita," terangnya.

Untuk program budi daya tanaman ini menurut dia, dapat dilakukan dengan menggunakan dana desa yang diterima masing-masing desa selain mengandalkan anggaran dari pemkab setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.