
Gen Perlindungan Terhadap Malaria Turunkan Kelangsungan Hidup
Foto: Wikimedia CommonsIlmuwan telah menemukan varian gen terkait kanker yang unik bagi orang-orang keturunan Afrika. Para peneliti juga meneliti gen mereka yang memberi perlindungan terhadap malaria, yang dikaitkan dengan berkurangnya kelangsungan hidup kanker.
Melissa Davis, ahli genetika Sekolah Kedokteran Morehouse yang memimpin salah satu kolaborasi internasional terbesar dalam penelitian disparitas kanker payudara telah menemukan bahwa varian dalam gen yang disebut DARC yang mengendalikan peradangan, pendorong utama kanker menyebabkan gen tersebut diekspresikan pada tingkat yang lebih rendah pada orang-orang dengan keturunan Afrika Barat sub-Sahara.
(Foto: Yasuyoshi CHIBA / AFP)
Gena DARC diekspresikan dalam sel darah merah dan tumor. Dalam sel darah merah, gen ini menghasilkan protein yang dapat diserang oleh parasit malaria, sebuah penyakit malaria disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium.
Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina, yang beredar pada petang sampai pagi hari. Parasit ini akan menetap di organ hati, berkembang biak, kemudian menyerang sel-sel darah merah.
Ekspresi DARC yang rendah pada orang-orang dengan keturunan Afrika Barat sub-Sahara berevolusi secara selektif karena malaria merupakan penyakit endemik di wilayah tersebut. Namun, ada kerugiannya tingkat DARC yang lebih rendah pada tumor dikaitkan dengan berkurangnya kelangsungan hidup kanker.
Davis mengajukan paten untuk uji guna mengukur ekspresi DARC, yang, jika dikembangkan, dapat membantu menentukan rencana pengobatan kanker bagi perempuan kulit hitam. Selain DARC, para peneliti juga meneliti bagaimana varian pada gen penekan tumor BRCA1 dan BRCA2 yang telah dipelajari secara lebih luas pada kelompok lain memengaruhi wanita kulit hitam.
Beberapa varian pada gen penekan tumor BRCA1 dan BRCA2 ditemukan lazim pada wanita kulit hitam dengan kanker payudara di Florida, menurut sebuah studi tahun 2015 yang dilakukan oleh para peneliti di University of Florida. Penulis studi tersebut menyarankan bahwa mungkin bermanfaat bagi wanita kulit hitam yang mengembangkan kanker payudara pada usia 50 tahun atau lebih muda untuk menjalani skrining BRCA.
Dan para peneliti di African Ancestry Breast Cancer Genetic Consortium, yang dipimpin oleh Vanderbilt University Medical Center, menerbitkan temuan pada bulan Mei lalu dari apa yang mereka katakan mungkin merupakan studi asosiasi genom terbesar pada wanita dengan keturunan Afrika untuk kanker payudara. hay
Berita Trending
- 1 Milan dan Bologna Berebut Posisi Empat Besar
- 2 Bangun Infrastruktur yang Mendorong Transformasi Ekonomi
- 3 Guterres: Pengaturan Keamanan Global "Berantakan"
- 4 Sinopsis Film Iblis Dalam Kandungan 2: Deception Tayang 27 Februari
- 5 Harga Cabai Makin Pedas Saja Jelang Ramadan, Pemerintah Harus Segera Intervensi Pasar Biar Masyarakat Tak Terbebani
Berita Terkini
-
Ocalan Serukan PKK untuk Menyerahkan Senjata dan Membubarkan Diri setelah Puluhan Tahun Melawan Turki
-
‘Anora’, ‘Conclave’, dan ‘Dune: Part Two’ Bakal Bersaing Ketat di Oscar
-
Grup musik Wijaya 80 Luncurkan EP ‘Perjumpaan’
-
Dunia Sepakati Rencana Pendanaan Alam dalam Pembicaraan Sengit di PBB
-
MA Tolak Kasasi Mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo, Hukuman Tetap 12 Tahun Penjara