Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Gawat, Kabar dari Sebuah Desa di Kuningan Jawa Barat, Gejala Covid-19 Dianggap Flu Biasa

26 Jumat, 09 Jul 2021, 11:43 WIB | Oleh:
Gawat, Kabar dari Sebuah Desa di Kuningan Jawa Barat, Gejala Covid-19 Dianggap Flu Biasa Gawat, Kabar dari Sebuah Desa di Kuningan Jawa Barat, Gejala Covid-19 Dianggap Flu Biasa Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi penanganan pasien Covid-19.

JAKARTA - Sebuah kabar mengagetkan datang diterima Koran Jakarta pada Kamis malam (8/7). Seorang kerabat yang tinggal di Desa Citenjo, sebuah desa yang ada di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat mengabarkan jika seorang saudara sakit dan penciumannya hilang.

Tentu saja kabar itu sangat mengagetkan sekaligus mengkhawatirkan. Sebab hilangnya indera penciuman adalah salah satu gejala khas Covid-19. Karena belum yakin, Koran Jakarta coba memastikan apakah ada gejala lain. Jawaban yang didapat makin mengagetkan. "Iya demam dan pilek serta sakit kepala."

Jawaban itu membuat lemas. Karena hampir dipastikan jika dia terpapar Covid-19. Koran Jakarta pun coba bertanya lagi, apakah sudah ada penanganan sesuai prosedur penanganan pasien Covid-19. Jawabannya. "Belum".

Dan yang lebih mengagetkan lagi, ia juga menceritakan, bahwa banyak orang di Desa Citenjo itu mengalami gejala serupa. Namun banyak yang menganggap itu hanya flu biasa.

"Ya banyak yang menganggap itu flu biasa, padahal sudah beberapa orang meninggal, tapi itu anggapannya itu sakit biasa," kata kerabat Koran Jakarta via WhatsApp.

Lebih mengagetkan lagi, aktivitas warga berjalan seperti biasa. Mesjid masih ramai. Pun majelis pengajian masih berjalan seperti biasanya. Interaksi warga juga seperti kondisi normal saja. Ada orang sakit ya dijenguk. Informasi ini tentu saja bikin kaget. Koran Jakarta pun bertanya-tanya apa peran pemerintah desa setempat di masa pandemi Covid-19 ini sampai sakit dengan gejala Covid-19 dianggap warga itu flu biasa.

Kondisi ini jelas tidak bisa dibiarkan. Kurangnya pengetahuan warga akan Covid-19 jadi persoalan serius. Diperparah oleh kurangnya peran pemerintah setempat untuk mengedukasi warga akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

Jika ini dibiarkan, darurat Covid-19 ini akan terus berkepanjangan. Kebijakan PPKM Darurat yang diterapkan akan sia-sia jika di tingkat bawah tak satu gerakan dan tindakan. Yang ada, korban akan terus berjatuhan, karena ketidaktahuan dan juga minimnya peran pemangku kebijakan di level bawah.

Semoga kabar ini jadi perhatian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan juga Bupati serta Satgas Covid-19 di Kabupaten Kuningan. Sebab, di bawah masih banyak yang abai. Tak hanya abai, tapi juga menganggap remeh penyebaran virus Covid-19. Jangan sampai air mata terus berderai karena kita bebal dan tak mau tahu akan situasi darurat yang sedang di hadapi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.