Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fleksibel dan Inklusif, Kemenag Nilai Gen Z Berperan Penting Jaga Moderasi Beragama

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 09:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Fleksibel dan Inklusif, Kemenag Nilai Gen Z Berperan Penting Jaga Moderasi Beragama Doc: ANTARA/HO-El Bukhari Institute
Ket. Rembuk Ide yang diselenggarakan El-Bukhari Institute bekerja sama dengan Islami.co.

JAKARTA - Kementerian Agama menilai generasi Z memiliki peran penting dalam menjaga moderasi beragama di Indonesia, mengingat kecakapan digital dan semangat inklusivitas generasi ini menjadikannya aset berharga dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi.

"Pentingnya Generasi Z sebagai agen moderasi beragama tidak bisa dipungkiri. Anak muda zaman sekarang sangat ingin menjadi toleran dan dekat dengan teknologi. Ini sangat relevan dengan karakteristik Generasi Z yang fleksibel, mudah beradaptasi, dan sangat akrab dengan dunia digital," ujar Direktur GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Thobib Al Asyhar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/7).

Pernyataan Thobib ini disampaikan pada forum diskusi Rembuk Ide yang diselenggarakan El-Bukhari Institute bekerja sama dengan Islami.co.

Menurut Thobib, sebagai generasi yang tumbuh di era digital, Generasi Z memiliki akses yang sangat luas terhadap informasi. Namun, kemudahan akses ini juga membawa tantangan, yaitu potensi terpaparnya informasi yang tidak benar atau bahkan provokatif.

"Generasi Z perlu diajarkan untuk berpikir kritis dan menyaring informasi yang mereka dapatkan," kata dia.

Meski demikian, sisi positif dari kecakapan digital generasi Z adalah kemampuan mereka dalam mengelola informasi dengan cepat dan efektif. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjadi jembatan penghubung antar berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok agama yang berbeda.

"Generasi Z dapat memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan toleransi," kata Thobib.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Savic Ali menyoroti pentingnya generasi Z sebagai fokus utama dalam pengembangan moderasi beragama.

Menurut dia, dengan kemudahan akses informasi melalui teknologi digital, Gen Z memiliki potensi besar untuk memiliki pandangan yang inklusif terhadap berbagai informasi, termasuk informasi keagamaan.

"Namun, di sisi lain, mereka juga rentan terhadap informasi yang tidak benar jika tidak bersikap kritis," kata dia.

Savic Ali menjelaskan bahwa secara umum praktik keagamaan Gen Z adalah moderat. Namun, ia mengamati peningkatan perdebatan agama yang sengit di kalangan Gen Z di dunia maya.

Fenomena ini, menurutnya, merupakan cerminan dari pencarian identitas dan ruang ekspresi bagi generasi muda. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mendampingi Gen Z agar mampu beragama dan berinteraksi di dunia digital dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi.

"Generasi Z secara umum moderat, tapi masalahnya usil, ciri zaman ini, komen di media sosial," kata dia.

Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Depok Rida Hesti Ratnasari mengatakan perebutan pengaruh terhadap generasi muda di kalangan kelompok Islam semakin intensif.

Kelompok Islam kiri dan kanan sama-sama giat menarik minat generasi muda untuk bergabung dengan jaringan mereka. Persaingan ini menunjukkan betapa strategisnya kalangan muda dalam peta politik Islam saat ini.

Rida Hesti menambahkan bahwa kondisi ini membuat remaja rentan terhadap berbagai pengaruh dan ideologi yang berpotensi memecah belah.

Berbagai upaya dilakukan oleh kedua kelompok untuk menarik simpati generasi muda, mulai dari penyampaian narasi yang menarik hingga pemanfaatan teknologi digital.

"Remaja saat ini berada di tengah-tengah tarik-menarik antara berbagai ideologi," ujar Rida.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

10 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.