Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Film 'Sehidup Semati' Jadi Lompatan Baru Bagi Sinema Indonesia

📅 Senin, 08 Jan 2024, 23:23 WIB | Oleh:
Film 'Sehidup Semati' Jadi Lompatan Baru Bagi Sinema Indonesia Doc: antara

Produser rumah produksi Starvision Chand ParwezServia menyebut perilisan film terbaru mereka yang berjudul "Sehidup Semati" diharapkan menjadi lompatan baru bagi industri perfilman di Indonesia untuk semakin maju dan berkembang.

"Mudah-mudahan ini menjadi sebuah film yang memberi kebaruan lompatan baru bagi sinema Indonesia, Saya menyadari banyak film baru yang dapat meraih penonton yang bagus," kata Parwez dalam konferensi pers film "Sehidup Semati" di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pendekatan film "Sehidup Semati" tentang kasus kekerasan rumah tangga yang sering kali tabu untuk diangkat, bisa sangat penting karena film itu membicarakan sesuatu yang sangat dekat di kehidupan masyarakat Indonesia.



Parwez juga mengatakan skenario film yang disutradarai Upi itu sudah ada sejak 13 tahun lalu dan belum ada rumah produksi yang berani mengangkat isu itu.

"Jadi, ini merupakan sebuah karya yang saya banggakan, saya berterima kasih kepada Upi sangat intens untuk karya ini dan segenap tim yang solid terus mengawal karya ini sampai bisa ditonton," kata Parwez.

Parwez juga bertekad untuk membawa film "Sehidup Semati"ke festival film luar negeri agar bisa semakin mengangkat derajat industri film Indonesia.

Sang sutradara Upi juga ingin mengangkat isu perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga menjadi isu yang menepis dogma perempuan lemah dan harus menurut sehingga tidak punya ruang untuk berekspresi.

"Saya pikir mengerikan sekali jika hal itu dibiarkan terus menerus, makanya sayapengensekali bikin cerita ini supaya tidak ada lagi perempuan seperti Renata, dan perempuan punyasupport systemyang bagus, dan tidak ada suami seperti Edwin yang mempergunakan keyakinan untuk melakukan pembenaran apa yang dilakukannya," kata Upi.



Salah satu tantangan dalam menggarap film ini, kata Parwez adalah saat Upi bersikeras ingin memasukkan lagu yang dinyanyikan Elvis Presley berjudul "Can't Help Falling In Love" ke dalam film tersebut.

Dia mengatakan lagu tersebut merupakan soundtrack film termahal yang pernah terjadi di perfilman nasional karena memakai lagu legendaris yang menurut Parwez cukup sulit untuk mendapatkan izinnya.

Dari film itu, Parwez menyelipkan pesan bagi siapapun yang akan membangun relasi suami istri harus memahami posisi kedua belah pihak dan jangan sampai salah satu pihak mendominasi yang bisa berakhir buruk.

Film "Sehidup Semati" dibintangi oleh Laura Basuki sebagai Renata, Ario Bayu sebagai Edwin, Asmara Abigail sebagai Asmara, dan Chantiq Schagerl sebagai Ana. Film itu menceritakan pernikahan Renata dan Edwin yang diwarnai dengan kekerasan dalam rumah tangga dan isu perselingkuhan, yang mengakibatkan Renata harus berjuang untuk menyelamatkan pernikahannya.

"Sehidup Semati" akan tayang di bioskop mulai 11 Januari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

41 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.