Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Biru Harus Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi ke Depan

📅 Senin, 20 Mei 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi Biru Harus Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi ke Depan Doc: Sumber: Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi

JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan ekonomi biru atau blue economy dapat menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan karena bisa menggerakkan berbagai industri khususnya di bidang kelautan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Suharso Monoarfa, dalam Paralel Event World Water Forum 2024 di Tanjung Benoa Nusa Dua, Bali, Minggu (19/5), mengatakan Indonesia mempunyai modal besar di sektor maritim yang menjadi bagian dari ekonomi biru.

Berdasarkan peta jalan ekonomi biru Indonesia atau Indonesia Blue Economy Roadmap 2023-2045, pemerintah menetapkan target kontribusi maritim 15 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2045.

"Dengan blue economy roadmap, Indonesia berkomitmen meningkatkan kontribusi ekonomi maritim terhadap PDB Indonesia dari 7,6 persen menjadi 15 persen pada 2045," katanya.

Indonesia juga mendapatkan keuntungan dalam penerapan ekonomi biru mengingat mayoritas wilayah Indonesia merupakan perairan.

"Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk menerapkan ekonomi biru dan mencapai target 10 persen kawasan perlindungan laut (Marine Protected Areas/MPA) pada tahun 2030," katanya.

Pengembangan ekonomi biru juga dapat berdampak positif terhadap berbagai industri yang mencakup industri perikanan, industri berbasis kelautan, industri perdagangan, transportasi dan logistik, serta industri pariwisata.

Ekonomi biru juga melahirkan beberapa industri baru seperti industri energi baru terbarukan (EBT), bioteknologi dan bioekonomi, hingga riset dan pendidikan.

Penerapan ekonomi biru juga diklaim mampu menciptakan 12 juta lapangan kerja baru pada 2030. Lapangan kerja baru itu terbentuk dari pengembangan industri yang sudah berjalan, maupun industri-industri baru yang akan tercipta seiring implementasi dari ekonomi biru.

"Kami memahami bahwa blue economy tidak hanya diukur dari segi output ekonomi, tetapi juga dari segi manfaat sosial dan lingkungan seperti meningkatkan ketahanan pangan, menyediakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan, serta melestarikan biodiversity kelautan," kata Suharso.

Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sendiri memproyeksikan nilai tambah ekonomi biru secara global mencapai 30 triliun dollar Amerika Serikat (AS) pada 2030. Ekonomi biru juga menyiratkan potensi besar dari ekspor barang berbasis laut yang yang mencapai 1,3 triliun dollar AS pada 2020.

Optimalisasi ekonomi biru juga akan menyediakan 40 kali besar energi baru terbarukan (EBT) pada 2050. Di samping itu, juga mengurangi 20 persen gas rumah kaca untuk mempertahankan suhu bumi 1,5 derajat Celsius. Begitu pula akan meningkatkan enam kali lipat ketersediaan pangan berbasis laut pada 2050.

Kurangi Kemiskinan

Ketua Serikat Nelayan Indonesia (SBI), Budi Laksana, mengatakan ekonomi biru yang berfokus pada sektor maritim tidak hanya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi juga akan mengurangi tingkat kemiskinan secara drastis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.