Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPD Menilai Kinerja Satgas BLBI Sangat Lamban

📅 Selasa, 26 Apr 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
DPD Menilai Kinerja Satgas BLBI Sangat Lamban Doc: ISTIMEWA
Ket. HARDJUNO WIWOHO Staf Ahli Pansus BLBI DPD - Sebaiknya Kemenkeu perjelas atau bikin web tanahnya di mana, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sekian dan nilai pasar sekian. Jadi kita bisa sama-sama lihat.

» Sekarang bank-bank pemegang obligasi ini sudah untung, semestinya ada moratorium obligasi rekap.

» Satgas harus menjawab harapan masyarakat. Apalagi Satgas ini representasi negara, kegagalan Satgas berarti kegagalan negara.

JAKARTA - Panitia Khusus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Pansus BLBI) yang dibentuk DPD RI meragukan kinerja Satuan Tugas Hak Tagih Negara (Satgas BLBI) yang dinilai sangat lamban dalam melakukan penagihan dan penyitaan aset para obligor/debitor. Hal itu terlihat pada pencapaian yang mereka laporkan sampai dengan akhir Maret 2022 lalu.

"Waktu kerja Satgas BLBI ini terbatas, masa kerjanya hingga Desember 2023 nanti. Memiliki total masa kerja 32 bulan. Saya perkirakan, hingga akhir masa kerja mereka, target 110,45 triliun rupiah tidak akan tercapai," kata Ketua Pansus BLBI DPD RI, Bustami Zainudin, di Jakarta, Senin (25/4).

Sementara itu, Staf Ahli Pansus BLBI DPD RI, Hardjuno Wiwoho meragukan kemampuan Satgas BLBI dalam memburu aset maupun surat-surat berharga para obligor. "Saya melihat Satgas BLBI ini sudah mulai letoi, sehingga kita tidak bisa mendapatkan hasil yang maksimal sesuai target," katanya.

Dengan sisa waktu yang terbatas maka berat bagi Satgas untuk mengejar target yang telah ditentukan.

Menurut Hardjuno, lambatnya kinerja Satgas karena bekerja sendiri. Mereka seharusnya mengintensifkan komunikasi dengan lembaga-lembaga negara yang memiliki kewenangan untuk membantu kinerja Satgas BLBI, seperti KPK, Kejaksaan, Bareskrim Polri, hingga Pansus BLBI DPD.

Kerja sama antarlembaga dalam memburu aset para obligor pengemplang BLBI sangat penting karena BLBI merupakan kejahatan sektor keuangan yang menyeret banyak konglomerat dan taipan, sehingga menjadi megaskandal terbesar di negeri ini.

"Kegagagalan Satgas BLBI akan membuat warisan masa lalu terus menjerat keuangan negara. Dana BLBI yang mereka terima diduga digunakan para pengemplang untuk mainan politik, sehingga negara ini seperti disandera oleh masa lalu terus," jelas Hardjuno.

Obligasi Rekap

Lebih lanjut, Hardjuno juga berharap Satgas BLBI sudah semestinya juga memberi perhatian pada masalah Obligasi Rekap BLBI yang saat ini terus membebani APBN dengan pembayaran bunga rekap setahun mencapai hingga 50-70 triliun rupiah.

"Sekarang bank-bank pemegang obligasi ini sudah untung, bahkan ada yang sudah jadi bank nomor satu di Indonesia bahkan Asia. Dulu waktu rekap diberikan bertujuan bank tidak kolaps, sekarang kan sudah jaya, ya mestinya ada moratorium obligasi rekap," kata Hardjuno.

Hardjuno dalam kesempatan itu mengkritisi Kemenkeu yang mengumumkan nilai aset sitaan para obligor BLBI sebesar 19,16 triliun rupiah, sementara aset seperti tanah dan properti hanya berdasarkan perkiraan atau taksiran, bukan hasil dari penjualan saat aset dijual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Perpanjang Pembatasan Vi...
Luar Negeri
Trump Berang dan Minta The ...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.