Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diversifikasi Pangan Lokal Cara Paling Ampuh Atasi Kemiskinan Lintas Generasi

📅 Jumat, 14 Jun 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Diversifikasi Pangan Lokal Cara Paling Ampuh Atasi Kemiskinan Lintas Generasi Doc: Sumber: Kementerian Pertanian, BPS

JAKARTA - Keberagaman sumber pangan lokal yang tersebar di berbagai penjuru Tanah Air jika diolah dan dimanfaatkan secara optimal akan memberi keuntungan secara ekonomi kepada masyarakat. Dengan mendiversifikasi sektor pertanian diyakini sebagai cara paling ampuh untuk mengatasi kemiskinan lintas generasi.

Guru Besar Ilmu Teknologi Pemrosesan Bahan Pangan, Institut Teknologi Bandung (ITB), Lienda Aliwarga Handojo, mengatakan masyarakat harus dilatih dan dididik agar bisa mengolah sumber-sumber pangan lokal di wilayahnya menjadi produk bernilai tinggi.

"Di daerah produsen sagu, misalnya, masyarakat bisa dilatih menghasilkan produk lain selain tepung sagu, seperti mi yang gluten free," kata Lienda kepada Koran Jakarta, Kamis (13/6).

Selain sagu, tanaman jenis lain seperti cokelat juga bisa diolah. Masyarakat dapat dilatih untuk memfermentasi biji cokelatnya sebelum dijual karena harga jual biji cokelat terfermentasi jauh lebih tinggi dari pada yang tidak difermentasi.

Pilihan lainnya, kata Lienda, bisa dengan menaikkan produktivitas susu sapi perah dengan pemberian pakan yang baik. Saat ini, produktivitas sapi perah sangat rendah sehingga sebagian besar kebutuhan domestik harus ditutup oleh impor.

"Kerja sama dengan para pemangku kepentingan sangat penting. Perguruan tinggi dapat mendukung dari segi teknologi, pemerintah dari segi regulasi, dukungan dari lembaga keuangan untuk program pelatihan, kredit, dan akses ke market, agar produk yang dihasilkan dapat terserap pasar dan bergulir," terang Lienda.

Sebetulnya, papar Lienda, banyak yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ekonomi, termasuk mengurangi food loss saat pascapanen di tingkat petani, yang menurut organisasi pangan dunia (FAO) bisa mencapai 40 persen.

"Kerugian ekonomi akibat food loss dan food waste di Indonesia sekitar 213-551 triliuh rupiah per tahun menurut data FAO, 2022. Dengan penanganan yang baik maka produk pascapanen tidak akan banyak yang rusak," katanya.

Pada kesempatan lain, peneliti Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi, mengkritik keras pertumbuhan ekonomi saat ini yang lebih banyak ditopang sektor jasa terutama perdagangan, bukan produk pertanian yang memiliki nilai tambah.

Menurutnya, langkah paling tepat mengatasi masalah kemiskinan spasial yakni dengan memperkuat sektor pertanian perikanan dan perkebunan.

"Itu yang paling penting. Sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan berbasis rakyat harus direvitalisasi dengan penerapan inovasi teknologi dan kelembagaan di kalangan petani, nelayan dan pekebun," tegas Hafidz.

Peran koperasi, penyuluh pertanian, dan perikanan harus dimodernisasi dengan sistem analisis yang lebih canggih dan terkoneksi dengan big data pemerintah dan industri agar supply and demand-nya membaik dan kebijakan di sektor tersebut menjadi lebih rasional.

"Kalau tidak, maka terobosan apa pun akan sulit dilakukan. Petani dan nelayan selalu menjadi korban dari kebijakan pangan dan perikanan, dan pada akhirnya mereka mewariskan kemiskinan lintas generasi," pungkas Hafidz.

Teknologi Pangan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.