Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis
Carolis Elias Horhoruw

Ditetapkan Maestro Alat Musik Tradisional Tahuri

Foto : Facebook/Kele Project
A   A   A   Pengaturan Font

Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menetapkan Carolis Elias Horhoruw sebagai maestro alat musik tradisional Tahuri (kulit kerang) dari Negeri Hutumuri, Kota Ambon.
Tim penilai Direktorat Direktorat pembinaan tenaga dan lembaga kebudayaan Kemdikbudristek RI, menyerahkan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2021 kepada Carolis Elias Horhoruw, Selasa (21/12).
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan, apresiasi yang tinggi, atas penyerahan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2021 kepada Carolis Elias Horhoruw yang disapa Opa Loli yang begitu tekun dan setia, dalam upaya pelestarian nilai-nilai budaya musik tradisional.
"Akhirnya upaya Opa Loli mendapat pengakuan dari pemerintah pusat sebagai wujud kebudayaan yang hidup di tengah-tengah masyarakat kota Ambon," kata dia.
Dijelaskannya, alat musik Tahuri sebagai salah satu komponen musik khas di Kota Ambon, mendapat perhatian dan dihargai oleh Pemkot Ambon dimana alat musik ini menjadi logo dari "Ambon City of Music".
Ditambahkannya, setelah pengakuan Opa Loli sebagai maestro Seni Tradisi Tahuri, akan memotivasi generasi muda Kota Ambon untuk turut melestarikan nilai budaya tradisional terutama dari musik demi pengembangan pariwisata dan peningkatan kesejahteraan.
"Setelah pengakuan ini orang tidak akan memandang sebelah mata musik Tahuri, karena nilai ekonomi otomatis akan berubah. Sehingga ketika Opa Loli bersama sanggar Tahuri dari Hutumuri diundang untuk mengisi acara, itu bukan sekedar aspek budaya tapi serentak akan diberikan penghargaan secara ekonomis," tandas dia.
Perwakilan tim penilai dari Direktorat Pembinaan Tenaga Dan Lembaga Kebudayaan, Pudentia, menjelaskan, penghargaan anugerah Kebudayaan Indonesia 2021 kategori mastro seni adalah penghargaan yang diberikan kepada individu kelompok maupun lembaga, yang berkontribusi dan berdedikasi dalam hal perlindungan pengembangan dan pemanfaatan seni budaya.
Hingga hari ini yang tercatat pada Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kemdikbudristek ada 49 maestro yang tersebar di 34 provinsi.
Provinsi Maluku telah memiliki tiga orang Maestro yakni, Elisa Marten Kisya sebagai Maestro Sasi, Bing Leiwakabessy (Alm) Maestro Hawaiian, dan Carolis Elisa Horhoruw sebagai Mastro Tahuri. Ant/I-1


Redaktur : Ilham Sudrajat
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top