Dengan Teknologi Robotik Operasi Gangguan Tulang Belakang Dapat Dilakukan Secara Noninvasif
📅 Senin, 19 Jun 2023, 20:37 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
JAKARTA - Tulang belakang merupakan struktur kompleks yang terdiri dari tulang, ligamen, otot dan saraf. Gangguan yang dialami pada tulang belakang salah satunya nyeri punggung bawah yaitu kondisi yang disebabkan oleh postur bekerja, trauma langsung maupun proses penuaan.
Spesialis Orthopedi dan Traumatologi RS Premier Bintaro (RSPB), dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT(K-Spine), menerangkan, gangguan punggung belakang berupa saraf terjepit. Gejalanya berupa nyeri menjalar hingga ke tungkai bawah, kesemutan dan mati rasa, kelemahan gerakan tungkai, gangguan rangsang BAB dan BAK.
Masalah lain yang biasa terjadi seputar keluhan tulang belakang yaitu HNP, lumbal stenosis, pergeseran tulang belakang (spondylolisthesis), maupun osteoporosis tulang belakang. Oleh karena itu perlu menjaga kekuatan dan kesehatan tulang belakang yaitu dengan menjaga postur tubuh dengan baik pada saat duduk, berdiri dan pada saat mengangkat barang.
"Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D, lakukan olahraga yang sesuai, serta menghindari rokok dan alkohol," ujar dr Asrafi pada acara edukasiberjudul Agency Gathering MSIG yang diadakan oleh RS Premier Bintaro (RSPB) bekerjasama dengan Sinarmas MSIG Life, yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Senin (19/6).
Penanganan awal gangguan tulang belakang bawah berupa Rest-Ice-Compression-Elevation (RICE), istirahat di tempat tidur (bedrest), pemberian obat penghilang nyeri, dan penggunaan alat bantu. Jika kondisi tidak kunjung membaik, maka periksakan diri ke dokter spesialis tulang belakang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cara lain melalui pendekatan multidisiplin dengan pemberian obat penghilang nyeri oleh dokter spesialis tulang belakang, evaluasi dokter saraf, program rehabilitasi medik serta penurunan berat badan melalui dokter gizi," lanjut dr. Asrafi menjelaskan.
Ia menambahkan apabila nyeri menetap lebih dari 6 minggu, terjadi kelemahan anggota gerak dan terdapat gangguan bentuk tulang belakang dokter akan menyarankan untuk operasi. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, operasi tulang belakang saat ini sangat aman dikerjakan.
"Untuk saat ini, tindakan minimal invasif dapat menggantikan tindakan konvensional, contohnya dengan Robotic Spine Surgery, dimana presisi dan akurasi pemasangan implan 99 persen, bahkan untuk kasus yang sangat sulit. Sangat minimal resiko dan komplikasi pemasangan implant," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
CEO RS Premier Bintaro dr. Martha M.L. Siahaan, MARS, MH.Kes, mengungkapkan, tindakan operasi menggunakan Robbin memiliki beberapa keuntungan dari segi biaya, yaitu Length of Stay (LoS) atau waktu rawat inap yang pendek, obat yang digunakan lebih sedikit, serta kemungkinan re-operasi lebih kecil. "Sehingga ini secaracostjustru lebih baik," ucapnya.
Robbin singkatan dari Robot Bintaro adalah sebuah terobosan baru dalam prosedur bedah tulang terutama di Asia Tenggara. Navigasi Robotik ini digunakan pada operasi tulang belakang dan juga kasus bedah tulang lainnya.
Teknologi navigasi robot tersebut memungkinkan pemasangan implan pada operasi tulang belakang memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Dengan metode ini maka teknik operasi yang dijalankan menjadi minim sayatan dan cedera jaringan sehingga risiko perdarahan dan infeksi menjadi lebih sedikit, serta dapat mempersingkat waktu operasi dan pemulihan pasien.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!