Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
KTT Uni Eropa

Christine Lagarde Dipilih Menjadi Gubernur Bank Sentral Eropa

Foto : ALBERTO PIZZOLI/AFP

GUBERNUR ECB - Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), Mario Draghi (kiri) dan Direktur Pelaksana IMF, Christine Lagarde di Bari, Italia, beberapa waktu lalu. Lagarde akan menggantikan Draghi sebagai gubernur ECB.

A   A   A   Pengaturan Font

BRUSELLS - Para pemimpin Uni Eropa sepakat memilih Christine Lagarde, yang sekarang menjadi direktur pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), sebagai Gubernur Bank Sentral Eropa (Europe Central Bank/ECB). Lagarde, berkebangsaan Prancis, akan menjadi wanita pertama yang memimpin ECB. Dia akan menggantikan Mario Draghi, yang masa jabatannya delapan tahun berakhir pada 31 Oktober mendatang.

Setelah melakukan diskusi maraton pada Selasa (2/7) waktu setempat, pemimpin Uni Eropa juga sepakat menetapkan empat pemimpin Dewan Uni Eropa lainnya.

Kesepakatan akhirnya diperoleh ketika pembicaraan antara pimpinan Uni Eropa sebelumnya buntu karena ada perpecahan antarblok Eropa.

"Selesai!" tulis Perdana Menteri Luksemburg, Xavier Bettel melalui Twitter, Rabu (3/7).

Sedangkan Ketua Konferensi Tingkat (KTT) Uni Eropa, Donald Tusk, mengatakan Christine Lagarde akan menjadi Presiden Bank Sentral Eropa yang sempurna. "Saya benar-benar yakin bahwa dia akan menjadi presiden yang sangat independen," katanya.

Lagarde pernah menjadi menteri keuangan wanita pertama Prancis. Kemudian pada 2011, dia menjabat Direktur Pelaksana IMF. Lagarde merupakan pendukung kuat pemberdayaan perempuan, meskipun ia tidak memiliki pengalaman kebijakan moneter langsung dan aktif.

Saat ini, tugas terbesar Lagarde adalah menghidupkan kembali ekonomi zona Eropa. Padahal sebelumnya, Lagarde pernah menolak kesempatan untuk bekerja dalam Uni Eropa.

Selain Lagarde, Menteri Pertahanan Jerman, Ursula Von Dey Leyen, juga menjadi perempuan di pucuk tertinggi Uni Eropa. Para pemimpin berharap keputusan tersebut akan mengirim pesan positif dan memperbaiki kekisruhan dalam Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa. Sebelumnya, perselisihan meruncing di kawasan Uni Eropa. Terbukti, pemilihan Parlemen Eropa lalu menghasilkan majelis yang lebih terfragmentasi.

Di balik kesepakatan itu, Von Der Leyen, sekutu dekat Kanselir Jerman, Angela Merkel, akan menggantikan Jean-Claude Juncker sebagai Presiden Komisi Eropa. "Bagaimanapun, Eropa adalah perempuan," ucap Tusk.

Pernyataan Tusk merujuk pada sosok perempuan dalam mitos Yunani Kuno, Europa, yang memberikan namanya ke benua tersebut.

Sebelumnya, Christine Lagarde merasa terhormat telah dinominasikan sebagai Presiden Bank Sentral Eropa dan telah memutuskan untuk sementara waktu mundur dari Kepemimpinan IMF selama periode pencalonan.

Pada 5 Juli 2011, Lagarde menjadi direktur pelaksana ke-11 IMF dan wanita pertama yang memegang posisi itu. AFP/ang/AR-2

Penulis : AFP

Komentar

Komentar
()

Top