Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

CEO Perusahaan Es Krim Membagikan Kisahnya Dalam Merintis Bisnis Jutaan Dolar

📅 Sabtu, 24 Agu 2024, 17:00 WIB | Oleh:
CEO Perusahaan Es Krim Membagikan Kisahnya Dalam Merintis Bisnis Jutaan Dolar Doc: CNBC
Ket. Melissa Tavss, Pendiri dari Toko Es Krim "Tipsy Scoop"

Melissa Tavss, wanita pendiri dan CEO perusahaan es krim mengandung alkohol yang bernama Tipsy Scoop, memulai bisnisnya yang menghasilkan 100 ribu dolar AS dan menjadikan bisnisnya bernilai jutaan dolar. Melissa mengaku merasa kelelahan dengan pekerjaan sebelumnya di perusahaan besar. Maka ia menghidupkan kembali tradisi keluarganya, yaitu bisnis es krim.

Tipsy Scoop memiliki tiga toko fisik di kota New York, AS, dan menjadi pemasok es krim besar ke seluruh Amerika melalui platform e-commerce AS, Goldbelly. Tipsy Scoop telah berhasil berkembang secara nasional dengan sistem waralabanya.

Saat memulai Tipsy Scoop, Melissa baru saja meninggalkan pekerjaan penuh waktunya di bidang pemasaran dan hubungan masyarakat di industri minuman anggur. Saat itu, Melissa merasa jenuh dan memiliki keinginan untuk mencari sesuatu yang baru.

Melissa memutuskan untuk melanjutkan studi pascasarjananya karena ia tidak yakin langkah apa yang akan diambil selanjutnya.

"Saat di sekolah pascasarjana, saya mulai mengembangkan resep untuk Tipsy Scoop. Saya berpikir untuk menjual es krim tersebut dan menggunakan gerobak es krim saya untuk acara-acara di sekitar New York City," ungkap Melissa, dikutip dari Entrepreneur, Kamis (22/8).

Melissa mendapat inspirasi dalam memulai pekerjaan sampingan ini saat ia merencanakan acara dan pesta peluncuran minuman baru. Perusahaan lamanya memang sering bekerja sama dengan perusahaan makanan untuk membuat makanan yang diinfus dengan alkohol yang sedang dipromosikan.

"Percaya atau tidak, makanan yang diinfus alkohol 12 tahun lalu adalah ide yang baru. Kami membuat sayap bourbon, cupcake dengan Chambord, dan berbagai makanan penutup yang menarik," jelas Melissa.

Membuat dan menjual es krim sudah menjadi tradisi yang kental bagi keluarga Melissa. Mereka sudah membuat es krim sejak tahun 1800-an, diawali dengan kakek buyut Melissa yang membawa es krim gelato dari Italia ke Skotlandia dan kemudian menjadi presiden Asosiasi Es Krim di Inggris Raya.

Melissa secara bertahap memperluas Tipsy Scoop menjadi sebuah bisnis yang serius. Ia membuka toko pertamanya pada tahun 2017 dan mulai melihat pendapatan yang stabil dengan bisnisnya yang menghasilkan lebih dari 100 ribu dolar.

Menurut Melissa, kunci kesuksesannya adalah memulai dari hal kecil dan mendengarkan kebutuhan pelanggan. Pertumbuhan Tipsy Scoop tidak hanya terjadi karena produk uniknya, tetapi juga karena Melissa mampu merespons permintaan konsumen.

Melissa mengungkapkan bahwa menjalankan bisnis ini memberi kebahagiaan tersendiri.

"Saya suka menciptakan rasa baru dan bekerja sama dengan merek lain dalam kolaborasi. Kreativitas dalam membuat sundae dan koktail baru sangat menyenangkan," kata Melissa.

Dengan pendekatan yang hati-hati dan fokus pada inovasi, Tipsy Scoop telah tumbuh menjadi salah satu bisnis yang paling diminati, menawarkan kombinasi menarik antara es krim dan alkohol yang unik di pasaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.