Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Edisi Weekend Foto Video Infografis
Kebijakan Moneter

BI Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 Jadi 2,3 Persen

Foto : DOK BI

PAPARKAN HASIL RDG I Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo saat konferensi pers secara daring mengenai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Selasa (14/4).

A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 menjadi 2,3 persen. Angka itu menurun dari perkiraan bulan lalu sebesar 4,2-4,6 persen.

"Perekonomian nasional diperkirakan kembali membaik mulai triwulan IV 2020 dan secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 diprakirakan dapat menuju 2,3 persen dan akan meningkat lebih tinggi pada tahun 2021," kata Perry saat conference call usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Jakarta, Selasa (14/4).

Adapun RDG BI pada 13-14 April 2020 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate di 4,5 persen. Suku bunga fasilitas simpanan juga turun 25 basis poin (bps) menjadi 3,75 persen, dan suku bunga fasilitas pinjaman turun 25 bps menjadi 5,25 persen.

Menurut Perry, selain dipengaruhi prospek perbaikan ekonomi global, pemulihan ekonomi nasional didorong berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas terkait.

Dia mengatakan penurunan ekonomi global dan penyebaran Covid-19 di dalam negeri berdampak pada pertumbuhan ekonomi domestik yang diperkirakan menurun. Ekspor 2020 diproyeksi menurun akibat melambatnya permintaan dunia, terganggunya rantai penawaran global, serta rendahnya harga komoditas global.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat diperkirakan terutama terjadi pada triwulan II dan triwulan III 2020 sejalan dengan prospek kontraksi ekonomi global dan juga dampak ekonomi dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Nilai Tukar

Terkait nilai tukar, Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengapresiasi upaya eksportir yang turut mendorong penguatan dan stabilitas nilai tukar rupiah di pasar valas.

Perry mengatakan nilai tukar rupiah yang kembali menguat mulai minggu kedua April 2020 juga dipengaruhi oleh meredanya kepanikan pasar keuangan global serta kepercayaan pasar terhadap kebijakan BI maupun pemerintah. Pada perdagangan, kemarin kurs rupiah berada pad 15.679 rupieh per dollar AS.

Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah turut didukung oleh meningkatnya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik.

Perry menyebutkan pada 13 April 2020, nilai tukar rupiah menguat 4,35 persen secara point to point dibandingkan level pada akhir Maret 2020. "Sementara kalau dihitung secara year on year (yoy) dari posisi akhir 2019 nilai tukar rupiah mengalami depresiasi 11,18 persen," ujarnya. uyo/bud/AR-2

Penulis : Djati Waluyo, Vitto Budi

Komentar

Komentar
()

Top