Nasional Mondial Ekonomi Megapolitan Olahraga Rona The Alun-Alun Kupas Splash Wisata Perspektif Wawancara Foto Video Infografis

Beberapa Orang saat Bangun Pagi Alami Kondisi Nyeri Tubuh, Ternyata Ini Penyebabnya

Foto : Antara/Pixabay

Ilustrasi seorang pria bangun tidur di pagi hari.

A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta - Beberapa orang mengeluh nyeri pada tubuhnya hari demi hari, meskipun tidur nyenyak dan ini bisa disebabkan beberapa alasan, antara lain demam, kelelahan pasca perjalanan, dehidrasi, kontrol diabetes yang buruk dan apnea tidur obstruktif, menurut pakar penyakit dalam dari Max Hospital, India, Dr Rajiv Dang.

Sementara itu, konsultan penyakit dalam Paras Hospitals Dr Sanjay Gupta. Dia, seperti disiarkan The Indian Express belum lama ini menyebutkan di antara beberapa penyebab umum nyeri tubuh salah satunya posisi tidur.

"Secara umum, tidur miring bekerja paling baik untuk sebagian besar orang, terutama mereka yang memiliki masalah pernapasan saat tidur, termasuk apnea tidur obstruktif, " kata dia.

Menurut dia, tubuh mungkin juga sakit jika kelebihan berat badan. Ini karena beban ekstra membuat leher dan punggung tegang dan mengakibatkan ketidaknyamanan.

Selain itu, kelebihan berat badan juga dapat menyebabkan masalah pernapasan saat seseorang tidur, yang akan berdampak negatif pada kualitas tidur dan perasaan saat bangun.

"Rasa sakit fisik Anda bisa berasal dari kasur Anda. Kasur yang buruk adalah salah satu penyebab utama ketidaknyamanan tubuh. Kesulitan bernapas saat tidur dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke," tutur Gupta.

Dia mengatakan, cara terbaik untuk mengetahui apakah seseorang memiliki masalah kondisi tidur-bernafas adalah dengan menjalani pemeriksaan dengan bantuan dokter.

Di sisi lain, pakar ortopedi dari New Delhi Dr Aman Dua menuturkan, nyeri tubuh di pagi hari juga merupakan gejala utama radang sendi sepertirheumatoid arthritis. Menurut dia, kekakuan di pagi hari adalah gejala yang cukup umum, terutama pada pasien lanjut usia dengan nyeri sendi dan pasien denganrheumatoid arthritis.


Redaktur : Marcellus Widiarto
Penulis : Antara

Komentar

Komentar
()

Top