Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ayo Manfaatkan Limbah Sabut Kelapa dengan Cara Ini

📅 Rabu, 06 Des 2023, 05:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Manfaatkan Limbah Sabut Kelapa dengan Cara Ini Doc: ANTARA/HO-Humas Universitas Ichsan Gorontalo
Ket. Program Kosabangsa Universitas Ichsan Gorontalo di Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo.

Gorontalo - Universitas Ichsan Gorontalo berhasil mendorong pemanfaatan limbah sabut kelapa melalui program kemandirian sosial ekonomi masyarakat.

Dosen Universitas Ichsan Gorontalo Dr. Ariawan, S.Psi, SE, MM di Gorontalo, Selasa mengatakan pihaknya melaksanakan program kolaborasi sosial membangun masyarakat atau kosabangsa, dengan harapan dapat mendorong penerapan pemanfaatan potensi sumber daya alam di antaranya di Desa Tolongio Kecamatan Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara.

"Kita membangun kemandirian masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomian keluarga melalui pemanfaatan limbah sabut kelapa," katanya.

Program kolaborasi sosial membangun masyarakat (Kosabangsa) Tahun 2023, merupakan program pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melalui Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) untuk menjembatani kolaborasi dalam pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan dari perguruan tinggi.

"Ini dijalankan agar dapat dimanfaatkan bagi keperluan masyarakat," katanya.

Program Kosabangsa memprioritaskan wilayah daerah tertinggal serta wilayah prioritas kemiskinan ekstrem yang kemudian disebut wilayah prioritas Kosabangsa.

Program kosabangsa yang dilaksanakan tim Universitas Ichsan Gorontalo tersebut, diketuai Dr. Ariawan, S.Psi, SE, MM, beranggotakan Syamsir, S.P, M.Si, Dr. Stephan A. Hulukati, ST, M.Kom.

Tim melakukan penerapan teknologi pengolahan limbah sabut kelapa menjadi serat bernilai ekspor. Hal tersebut dilakukan berdasarkan potensi sumber daya di Desa Tolongio dengan membangun kemitraan bersama Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Nusa Indah dan Karang Taruna Helumo.

"Kami meyakini dalam program kosabangsa ini, upaya pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi potensi desa, pembentukan unit usaha, pelatihan manajemen bisnis, pelatihan perancangan, pembuatan dan penggunaan alat pengolah limbah sabut kelapa, pelatihan pemanfaatan sistem informasi dan pelatihan strategi pemasaran dapat berjalan dengan baik," katanya.

Program Kosabangsa ini pun telah menghasilkan satu unit usaha baru yang diberi nama "Nusa Kelapa".

Untuk mendukung pengelolaan unit usaha maka tim kosabangsa Universitas Ichsan Gorontalo memberikan mesin pengolah sabut kelapa otomatis yang menghasilkan tiga produk yaitu cocpbristel (ekspor), cocofiber dan cocofeat.

Selain itu tim kosabangsa membuatkan aplikasi sistem informasi manajemen bisnis berbasis android dan aplikasi sistem pemasaran berbasis web yang dapat dimanfaatkan oleh mitra dalam mengelola usaha dan melakukan pemasaran secara online.

Sekretaris Unit Usaha Nusa Kelapa Andriyanto Ichsan mengatakan program kosabangsa sangat membantu masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada di desa khususnya limbah sabut kelapa, untuk dijadikan produk bernilai ekonomis tinggi untuk kesejahteraan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.