Logo

Follow Koran Jakarta di Sosmed

  • Facebook
  • Twitter X
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Threads

© Copyright 2025 Koran Jakarta.
All rights reserved.

Sabtu, 01 Mar 2025, 03:03 WIB

Awal Ramadan Mulai Sabtu, Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah Tak Ada Perbedaan

Foto: Antara

Pemerintah menetapkan awal 1 Ramadan pada Sabtu (1/3) berdasarkan hasil dari Sudang Isbat. Kondisi ini berarti tidak ada perbedaan awal puasa antara pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah.

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemanag) menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025, usai diputuskan melalui Sidang Isbat di Gedung Kemenag RI, Jakarta, Jumat (28/2).

1740756598_8c755989a766efc6569b.jpg

“Hasil Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadan 1446 Hijriah jatuh pada hari Sabtu,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar saat memimpin konferensi pers penetapan sidang ­Isbat.

Dengan penetapan itu maka pada Jumat malam umat Islam di Indonesia dapat melaksanakan Shalat Tarawih. Sidang isbat ini diikuti sejumlah perwakilan organisasi keagamaan, ahli astronomi, Komisi VIII DPR RI, hingga perwakilan negara sahabat.

Pengumuman penetapan dilakukan secara daring dan luring. Dengan demikian, masyarakat sama-sama bisa langsung menyaksikannya melalui tayangan di laman media sosial resmi Kemenag.

Sidang isbat sendiri digelar Jumat sejak pukul 16.30 WIB sampai ditutup dengan penetapan awal puasa Ramadhan. Kegiatan diawali paparan secara terbuka mengenai posisi bulan sabit baru (hilal) berdasarkan data astronomi oleh para pakar.

Sidang Isbat mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal.

Kegiatan dilanjutkan dengan Shalat Maghrib berjamaah kemudian dilakukan sidang tertutup. Setelahnya, sidang isbat diumumkan melalui konferensi pers.

Secara Serentak

Dengan demikian, maka tak ada perbedaan awal puasa antara Pemerintah, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah dalam menetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Sebelumnya, Menag RI Nasaruddin Umar menyebutkan awal Ramadan 1446 Hijriah memiliki kemungkinan besar untuk dilaksanakan secara serentak bagi seluruh umat Muslim di Indonesia. “Kemungkinan besarnya (awal Ramadan) itu bisa sama,” kata Menag di Jakarta, Jumat (27/2).

Nasaruddin yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal itu menjelaskan kemungkinan awal Ramadan dilaksanakan secara serentak, sebab sementara ini pantauan hilal berada pada posisi 2,5 sampai 4 derajat.

Hal ini sesuai dengan metode hisab yang dilakukan oleh Muhammadiyah, di mana sebelumnya pihak Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1446 Hijriah jatuh pada 1 Maret 2025.

“Insyaallah Idul Fitrinya juga diharapkan sama juga, karena pada waktu diperkirakan itu masih nol, minus ya (derajat hilalnya),” ujar dia.

Nasaruddin menilai hal ini merupakan salah satu awal yang baik bagi umat Muslim di Indonesia. “Dengan demikian, teman-teman dari Muhammadiyah dan yang NU bisa sepakat di situ. Nah ini sebuah awal yang baik, mudah-mudahan insyaallah Ramadan kita ini lancar,” ucapnya.

Hal ini, menurut Menag, akan membuat kehidupan beragama masyarakat Indonesia juga semakin rukun dan damai.

Ia berharap momentum Ramadhan tahun ini bisa menambah keberkahan yang lebih lagi kepada seluruh masyarakat Indonesia. “Insyaallah inilah negara yang paling plural di dunia ini, tapi juga yang paling homogen, yang paling rukun di dunia ini. Jadi ini negara penuh berkah,” tutur Nasaruddin Umar.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan khusus kepada umat Islam di Indonesia untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan 1446H/2025 dengan tenang dan khusyuk.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat, usai kembali dari agenda Retret di Magelang, Jawa Tengah. “Tentunya nanti sore, Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat awal Ramadhan 1446 Hijriyah untuk menentukan waktu awal puasa bagi umat Islam di Indonesia.

Saya ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan bagi semua umat Islam yang menjalankannya, juga, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Presiden berharap umat Islam dapat memanfaatkan bulan suci ini untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketenangan dan kekhusyukan dalam menjalani ibadah puasa.

“Semoga ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Sekali lagi, bagi yang berpuasa, selamat berpuasa dan marilah kita jalankan bulan Ramadan ini dengan baik, dengan tenang, dan khusyuk,” katanya.

Selain itu, Presiden Prabowo sebelumnya telah menginstruksikan kementerian terkait untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok serta ketersediaan pangan selama Ramadan, guna mendukung kelancaran ibadah dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Tag Terkait:

Bagikan:

Portrait mode Better experience in portrait mode.