Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apa Itu Turbulensi Penerbangan, Mengapa Bisa Terjadi?

📅 Rabu, 22 Mei 2024, 09:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Apa Itu Turbulensi Penerbangan, Mengapa Bisa Terjadi? Doc: antara
Ket. Turbulensi pesawat fenomena kompleks yang semakin umum terjadi akibat perubahan iklim, menurut para ahli.

WASHINGTON - Turbulensi pesawat, yang menyebabkan kematian seorang penumpang dalam penerbangan Singapore Airlines pada Selasa (21/5), merupakan fenomena kompleks yang semakin umum terjadi akibat perubahan iklim, menurut para ahli.

Badai, cuaca dingin dan hangat, serta pergerakan udara di sekitar pegunungan dapat menyebabkan turbulensi di udara yang dilalui pesawat.

Turbulensi juga dapat terjadi pada aliran jet -- jalan raya dengan angin kencang yang beredar di seluruh dunia pada garis lintang tertentu.

"Meskipun ahli meteorologi memiliki alat yang sangat baik untuk memperkirakan turbulensi, namun alat tersebut tidak sempurna," kata Thomas Guinn, profesor di departemen penerbangan di Embry-Riddle Aeronautical University di Florida.

Dia menambahkan, penumpang pesawat harus memastikan mengenakan sabuk pengaman, sehingga kemungkinan cedera jauh lebih kecil.

Laporan awal menunjukkan, penerbangan Singapore Airlines, yang menyebabkan lebih dari 70 penumpang terluka, mungkin mengalami turbulensi udara jernih, "jenis turbulensi paling berbahaya," menurut Asosiasi Pramugari.

Turbulensi udara jernih didefinisikan oleh Federal Aviation Administration (FAA) sebagai "turbulensi parah yang tiba-tiba terjadi di wilayah tak berawan yang menyebabkan hentakan pesawat yang hebat."

Hal ini "sangat menyusahkan karena sering ditemui secara tak terduga dan seringkali tanpa petunjuk visual untuk memperingatkan pilot akan bahaya tersebut," kata FAA dalam sebuah dokumen di situsnya.

FAA mengatakan turbulensi udara jernih biasanya ditemukan di dekat aliran jet dan terkait dengan pergeseran angin (wind shear) - perubahan kecepatan atau arah angin secara tiba-tiba.

Turbulensi terus menjadi penyebab utama kecelakaan dan cedera meskipun tingkat kecelakaan penerbangan terus meningkat, menurut laporan tahun 2021 oleh Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS.

Namun kematian akibat turbulensi pada penerbangan komersial "sangat jarang terjadi," kata Dr Paul Williams, profesor ilmu atmosfer di Universitas Reading.

"Sejauh yang saya ketahui, belum ada korban jiwa akibat turbulensi pada penerbangan komersial sejak 2009," kata Williams dalam pernyataan yang dibagikan kepada AFP.

Williams mengatakan perubahan iklim meningkatkan frekuensi turbulensi pesawat.

"Untuk turbulensi udara jernih, perubahan iklim meningkatkan perbedaan suhu di aliran jet antara kutub dingin dan daerah tropis hangat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.