Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bisakah Program Makan Bergizi Gratis Memberi Ruang Inklusif untuk Anak dengan Disabilitas?

📅 Senin, 06 Jan 2025, 14:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bisakah Program Makan Bergizi Gratis Memberi Ruang Inklusif untuk Anak dengan Disabilitas? Doc: ANTARA
Ket. Siswa bersiap menyantap makanan bergizi gratis di SDN Sirahcai, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/11/2024).

  Sri Sunarti Purwaningsih, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Andhika Ajie Baskoro, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Angga Sisca Rahadian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Isnenningtyas Yulianti, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Mochammad Wahyu Ghani, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Zainal Fatoni, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Pemerintahan Prabowo Subianto akan menerapkan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai 6 Januari 2025. Salah satu program Asta Cita ini ditujukan sebagai upaya untuk memperbaiki permasalahan gizi di Indonesia, mulai dari mencegah stunting hingga mendukung pengembangan SDM berkualitas.

Penerapan program ini didominasi pemberian makanan bergizi dengan menu sehat di sekolah, baik di tingkat dasar maupun menengah, serta pesantren. Selebihnya, terdapat pemberian makanan bergizi untuk ibu hamil dan menyusui.

MBG ditargetkan mencakup 80 juta penerima manfaat hingga 2029. Meski begitu, patut dipertanyakan apakah program MBG yang didistribusikan di sekolah-sekolah dapat memenuhi prinsip inklusivitas.

Pasalnya, terdapat anak-anak pengidap alergi dan  penyandang disabilitas yang tidak dapat mengonsumsi bahan makanan tertentu. Lantas, sejauh mana program MBG dapat memberikan ruang inklusif untuk anak-anak tersebut?

Sensitivitas terhadap siswa khusus

Pemerintah harus sangat memperhatikan menu makanan anak pengidap alergi dan penyandang disabilitas.

Menu makanan anak pengidap alergi tertentu, tentu tidak bisa disamaratakan dengan menu anak-anak lain yang tidak mengidap alergi. Bagi mereka yang memiliki alergi kulit, misalnya, penyedia makanan harus berhati-hati memilih bahan makanan agar tidak memicu reaksi alergi, seperti gatal-gatal atau ruam. Ada pula anak yang alergi terhadap kandungan susu dan produk olahan turunannya. Karena itu, pemerintah harus memperhatikan kesesuaian kebutuhan makanan setiap siswa.

Anak penyandang disabilitas dengan ragam disabilitas tertentu juga membutuhkan kecukupan gizi dan jenis makanan yang berbeda-beda. Data menunjukkan, jumlah anak penyandang disabilitas di Indonesia sekitar 2 juta jiwa. Penyandang disabilitas lebih rentan terhadap kekurangan gizi, termasuk stunting akibat gangguan fisik dan neurologis.

Menu diet untuk penyandang autisme, misalnya, harus selektif karena anak-anak dengan autisme sensitif terhadap makanan tinggi gula, susu, dan pengawet makanan. Selain itu, anak dengan autisme memiliki banyak persoalan yang menyertai kesehatannya, sehingga terapi gizi yang tepat dapat membantu mengurangi beban mereka.

Selain itu, akan lebih baik jika program MBG juga menyasar anak dengan disabilitas yang ada di luar sekolah formal umum, termasuk di Sekolah Luar Biasa (SLB), panti, atau di rumah-rumah. Sebab, tidak semua anak penyandang disabilitas disekolahkan di SLB. Sementara semua anak yang berada di sekolah formal maupun tidak seharusnya sama-sama memiliki hak untuk mendapatkan makanan bergizi tersebut.

Tidak ada data pasti jumlah anak penyandang disabilitas yang berada di sekolah, baik di sekolah umum maupun SLB. Namun secara statistik, jumlah anak dengan disabilitas yang mendapatkan pendidikan formal hanya sekitar 12,26%.

Belajar dari negara lain

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.