Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Akses Anak-anak untuk Perawatan HIV/AIDS Minim

📅 Selasa, 31 Jan 2023, 02:10 WIB | Oleh:
Akses Anak-anak untuk Perawatan HIV/AIDS Minim Doc: AFP/Dibyangshu SARKAR
Ket. Tak Sebanding l Anak-anak di India turut ambil bagian dalam kampanye kesadaran atas AIDS di Kolkata beberapa waktu lalu. Berdasarkan catatan UNAIDS, akses anak-anak terhadap pengobatan dan perawatan HIV/AIDS tak sebanding dengan akses yang dimiliki orang dewasa.

JENEWA - Saat ini HIV/AIDS bukan lagi hukuman mati langsung. Orang yang tertular penyakit ini dapat hidup normal, asalkan mendapat pengobatan dan perawatan. Sayangnya, ada perbedaan mencolok antara cara memperlakukan pengobatan untuk anak-anak dan orang dewasa penderita HIV/AIDS.

Juru bicara UNAIDS, Charlotte Spector, mengatakan, bahwa 76 persen orang dewasa memiliki akses ke pengobatan, tetapi hanya setengah dari anak-anak yang hidup dengan HIV memperoleh pengobatan yang bisa menyelamatkan jiwa. Ia mengatakan, hanya tercatat 15 persen anak-anak meninggal dari semua kematian akibat AIDS, meskipun hanya empat persen dari semua orang yang bertahan hidup dengan penyakit ini.

"Tahun lalu saja 160.000 anak terjangkit HIV. Maka 12 negara berkumpul di Afrika, karena enam negara di Afrika sub-Sahara mewakili 50 persen dari penularan baru tersebut," ujar Spector seperti dilansir kantor beritaVoA, Senin (30/1).

Ia mengatakan, aliansi dunia yang dipimpin oleh UNAIDS, WHO, dan UNICEF dibentuk untuk menutup kesenjangan yang sangat besar. Ditambahkan, 12 negara Afrika bergabung dengan aliansi itu. Spector mengatakan, menteri kesehatan dari delapan negara akan meluncurkan inisiatif pekan depan di Tanzania.

"Jadi, tidak hanya mengajak anak untuk berobat, tetapi kebanyakan berusaha menghentikan penularan vertikal. Penularan vertikal adalah ibu yang menularkan HIV selama kehamilan, persalinan atau selama menyusui. Sebagian besar penularan terjadi selama menyusui," ungkap dia.

Terjadi Pengabaian

Spector mengatakan, upaya untuk menahan penyebaran HIV di sub-Sahara Afrika dipusatkan terutama pada pengobatan orang dewasa, sebagai penular utama virus. Namun dalam prosesnya ia mengatakan, kebutuhan anak-anak diabaikan.

"Jadi, yang terjadi tiba-tiba ada kesadaran bahwa kita sudah melupakan semua anak-anak ini, dan ada generasi yang terlupakan. Jadi bisa saya katakan, anak-anak perlu dirawat bahkan sebelum atau setelah mereka lahir," papar Spector.

Aliansi dunia ini akan berjalan dalam delapan tahun ke depan hingga 2030. Tujuan dalam periode itu adalah menutup kesenjangan pengobatan bagi remaja putri yang hamil, menyusui, dan perempuan penderita HIV, untuk mencegah dan mendeteksi penularan baru HIV, menyediakan akses untuk pemeriksaan dan pengobatan, serta mengakhiri hambatan sosial untuk akses ke layanan. SB/VoA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

11 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.