
Ahmed al-Sharaa Ditunjuk Jadi Presiden Sementara
Presiden sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa
Foto: AFP/Syria's Transitional GovernmentDAMASKUS - Pemerintah baru Suriah pada Rabu (29/1) mengumumkan bahwa Ahmed al-Sharaa, yang mengambil alih tampuk pimpinan setelah Bashar al-Assad digulingkan bulan lalu, telah ditunjuk sebagai presiden sementara dan bertugas membentuk badan legislatif transisi, media pemerintah melaporkan.
Aliansi pemberontak yang dipimpin kelompok Islamis Hayat Tahrir al-Sham (HTS) pimpinan Sharaa berhasil menggulingkan Assad pada 8 Desember lalu setelah serangan kilat, mengakhiri lima dekade kekuasaan tangan besi keluarganya, dengan pemerintahan transisi yang sebelumnya dibentuk akan memimpin negara tersebut hingga 1 Maret mendatang.
“Sharaa ditunjuk sebagai presiden negara tersebut dalam fase transisi," lapor kantor berita SANA yang mengutip pernyataan pejabat militer Hassan Abdel Ghani, tanpa menyebutkan jangka waktunya, seraya menambahkan bahwa ia juga akan mewakili negara tersebut di forum internasional.
“Sharaa ditugaskan untuk membentuk dewan legislatif sementara sampai konstitusi permanen untuk negara tersebut diputuskan," imbuh SANA seraya menambahkan bahwa parlemen era Assad telah dibubarkan dan konstitusi tahun 2012 ditangguhkan.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi yang membahas tentang kemenangan revolusi Suriah yang juga dihadiri oleh Sharaa, Menteri Luar Negeri Asaad al-Shaibani dan para pemimpin faksi bersenjata.
Abdel Ghani juga mengumumkan pembubaran semua kelompok bersenjata yang terlibat dalam penggulingan Assad, serta tentara dan badan keamanan bekas pemerintah.
"Semua faksi militer dan badan revolusioner politik dan sipil dibubarkan dan diintegrasikan ke dalam lembaga negara,"ucap Abdel Ghani.
Perdamaian Sipil
Abdel Ghani juga mengumumkan bahwa pembubaran tentara rezim yang sudah tidak berfungsi, badan-badan keamanan dan semua milisi yang didirikannya, dan pembentukan aparat keamanan baru yang menjaga keamanan warga negara dan rekonstruksi tentara Suriah. Tentara Suriah pada dasarnya telah runtuh, bersama dengan instrumen pemerintahan Assad lainnya.
Partai Baath yang memerintah Suriah selama beberapa dekade juga dibubarkan, SANA melaporkan.
Dalam pidatonya di acara tersebut, Sharaa mengemukakan prioritas Suriah adalah mengisi kekosongan kekuasaan, memelihara perdamaian sipil, membangun kembali lembaga-lembaga negara dan berupaya membangun ekonomi yang berorientasi pada pembangunan, kata SANA.
“Misi kami itu berat dan tanggung jawabnya juga sangat besar,” kata Sharaa.
Bulan lalu, Sharaa mengatakan perlu waktu empat tahun sebelum pemilihan umum dapat diadakan, dan butuh waktu hingga tiga tahun untuk menulis ulang konstitusi negara. AFP/I-1
Berita Trending
- 1 Polresta Cirebon gencarkan patroli skala besar selama Ramadhan
- 2 Negara-negara Gagal Pecahkan Kebuntuan soal Tenggat Waktu Laporan Ikim PBB
- 3 Kota Nusantara Mendorong Investasi Daerah Sekitarnya
- 4 Ini Klasemen Liga 1 Setelah PSM Makassar Tundukkan Madura United
- 5 Pemerintah Kabupaten Bengkayang Mendorong Petani Karet untuk Bangkit Kembali
Berita Terkini
-
Perkuat Pasokan Gas Domestik, PGN Datangkan LNG dari Berau Kaltim
-
Aktivitas Publik Lumpuh Total Akibat Banjir di Bekasi
-
BMKG: Banjir di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Adalah Banjir Kiriman
-
Pertandingan Persija Versus PSIS Digelar Sesuai Jadwal Meski Banjir Landa Bekasi
-
Kiat Saat Mendaki Gunung untuk Meminimalkan Peluang Alami Hipotermia