Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

7 Anak Usaha Jakpro Harus Disehatkan

📅 Sabtu, 28 Jan 2023, 05:09 WIB | Oleh:
7 Anak Usaha Jakpro Harus Disehatkan Doc: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Ket. Pekerja menyelesaikan proyek revitalisasi Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (10/8/2021).

JAKARTA - Kondisi bisnis tujuh anak perusahaan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) harus disehatkan. "Saat ini, posisi kami tengah mengkaji berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan untuk menyehatkan bisnis anak-anak perusahaan Jakpro," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Pembina (BP) BUMD DKI, Fitria Rahadiani, Jumat (27/1).

Pemerintah Provinsi DKI membahas sejumlah opsi untuk penyesuaian aksi korporasi Jakpro terhadap tujuh anak perusahaan agar kondisi bisnis dan keuangannya lebih sehat. Fitria menjelaskan sejumlah opsi dapat dilakukan. Misalnya, merger atau penggabungan usaha, akuisisi atau pengambilalihan, hingga aksi korporasi dalam bentuk spin off atau membentuk perusahaan baru.

Fitria akan mencermati bidang usaha anak perusahaan Jakpro yang tidak sesuai dengan inti bisnis. Kalau memang nanti opsinya menggabungkan usaha akan digabungkan, atau yang core business-nya A, padahal harusnya B, berarti nanti dipindah atau sebaliknya. "Jadi, tidak serta merta asal menggabungkan saja," tandas Fitria.

Lebih jauh, dia menuturkan pembahasan dan kajian dilakukan setelah melalui proses pengadaan menggunakan Daftar Pengisian Anggaran (DPA) BP BUMD. Jakpro juga akan melakukan kajian internal terkait sejumlah opsi aksi korporasi untuk anak perusahaannya tersebut.Fitria memastikan apabila salah satu opsi dipilih, tidak boleh mengganggu pelayanan masyarakat.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI, Rasyidi, mengusulkan sebagian anak usaha Jakpro agar digabung atau merger. Sebab, ada yang dinilai membebani induk perusahaan. Hal itu untuk menyehatkan kondisi keuangannya.

Tujuh anak usaha adalah PT Pulo Mas Jaya (PMJ) Land, PT Jakarta Konsultindo, PT LRT Jakarta, PT Jakarta Utilitas Propertindo, dan PT Jakarta Infrastruktur Propertindo. Kemudian, Jakarta Oses Energi dan PT Jakarta Solusi Lestari. Menurut Rasyidi, BUMD itu belum menyetor dividen atau keuntungan bisnis kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Padahal, penyertaan modal daerah kepada badan usaha tersebut mencapai lebih dari satu triliun rupiah.
Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi perusahaan tersebut tidak sehat. "Mereka baru mengupayakan kira-kira dua atau tiga tahun lagi, baru sehat. Sekarang, sebetulnya tidak sehat dari segi keuangan," kata Rasyidi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.