Polandia Sebut Penembakan di Krakow Serangan Teroris

Senin, 09 Nov 2026, 02:20 WIB

KRAKOW – Polandia pada Minggu (8/11) meluncurkan penyelidikan terkait terorisme, sementara warga yang berduka membawa lilin dan bunga ke Alun-alun Pasar Utama Krakow untuk mengenang enam orang yang tewas di tangan seorang pria bersenjata, yang menurut pihak berwenang dilakukan karena pelakunya terobsesi dengan ideologi sayap kanan.

Seorang pria Polandia berusia 24 tahun pada Sabtu (7/11) lalu melepaskan tembakan secara acak di pusat bersejarah kota terbesar kedua di Polandia tersebut. Perdana Menteri Donald Tusk menyebut peristiwa itu sebagai tindakan ­terorisme.

Ket. Foto: Serangan Bersenjata I Sejumlah warga menyalakan lilin tk jauh dari TKP insiden serangan bersenjata di Kota Krakow, Polandia, pada Minggu (8/11). Polisi Polandia menyatakan pelaku serangan ini terobsesi dengan ideologi sayap kanan. — Sumber: AFP/WOJTEK RADWANSKI

Menurut kepolisian, se­orang warga negara Inggris ter­masuk di antara korban tewas. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Polandia menyatakan bahwa di antara 15 orang yang terluka, terdapat warga negara dari Austria, Ing­gris, Jerman, Portugal, dan Russia.

Tiga jenazah lainnya ditemukan di rumah tersangka di Ostrowiec Swietokrzyski, sekitar 150 kilometer di timur laut Krakow. Polisi menyatakan bahwa jenazah tersebut adalah orang tua dan saudara perempuan tersangka.

Pelaku penembakan terluka dalam baku tembak dengan polisi dan kini berada dalam kondisi kritis di rumah sakit. Kantor Kejaksaan Nasional menyatakan telah memulai penyelidikan terkait terorisme.

“Saya benar-benar hancur,” ujar Weronika Filar, 27 tahun, seorang warga Krakow, kepada AFP pada Minggu. “Kota ini sungguh salah satu tempat paling aman di dunia. Saya tidak pernah menyangka hal seperti ini akan terjadi pada kami dan kota kami kini tidak akan pernah sama lagi,” imbuh dia.

“Kami pernah mendengar berbagai kejadian serupa terjadi di tempat lain di Eropa,” kata Krzysztof Stepien, seorang pemandu wisata paruh waktu berusia 28 tahun, kepada AFP. “Belum pernah ada kejadian seperti ini di sini, dan saya harap tidak akan pernah terjadi lagi,” imbuh ­Stepien.

Dua petugas polisi terluka saat berupaya keras mengejar tersangka, yang saat itu mengenakan penutup wajah dan pakaian militer, termasuk rompi antipeluru.

Menurut polisi, pria tersebut meninggalkan mobilnya di sebuah persimpangan jalan, lalu mulai menembaki para petugas dengan senapan semi-otomatis.

Gambar-gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan dua petugas polisi melepaskan tembakan ke arah pelaku dengan salah satu petugas berhasil melukai tersangka meskipun dirinya sendiri juga mengalami luka-luka.

“Seorang petugas polisi berada dalam kondisi serius namun stabil,” ungkap Kementerian Dalam Negeri Polandia.

Polisi mengidentifikasi pe­tu­gas tersebut sebagai Jakub Kulik, yang tanpa ragu menghadapi seorang penyerang bersenjata.

Sementara itu tersangka diidentifikasi oleh media sebagai Michal O.

Tiga jenazah yang ditemukan di kediaman pelaku merupakan orang tua dan saudara perempuannya, ungkap kepolisian daerah melalui media sosial. Para korban terdiri dari seorang pria berusia 53 tahun serta dua perempuan ­masing-masing berusia 52 dan 21 tahun.

“Ditemukan luka-luka pada jenazah tersebut, yang untuk sementara diduga sebagai luka tembak. Tujuh pucuk senjata api disita dari apartemen itu,” lapor polisi.

Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwinski menyatakan bahwa polisi juga menemukan sejumlah senjata di dalam mobil tersangka. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.