NASA Mencari Astronot untuk Tinggal dan Bekerja di Bulan

Senin, 09 Nov 2026, 00:20 WIB

WASHINGTON DC - NASA mulai mencari generasi baru astronot yang dipersiapkan untuk menjalankan misi eksplorasi Bulan, bahkan tinggal dan bekerja di pangkalan permanen di luar Bumi. Kesempatan langka ini dibuka seiring ambisi Amerika Serikat memperluas kehadiran manusia di Bulan dan mempersiapkan perjalanan berawak menuju Mars.

Dilansir dari The Guardian, Minggu (8/11), badan antariksa Amerika Serikat tersebut telah membuka pendaftaran untuk calon astronot baru yang akan menjadi bagian dari pengembangan program Artemis.

Ket. Foto: NASA menyebut para kandidat terpilih nantinya berkesempatan mengambil bagian dalam misi yang akan membentuk masa depan eksplorasi manusia di luar angkasa. — Sumber: Istimewa

NASA menyebut para kandidat terpilih nantinya berkesempatan mengambil bagian dalam misi yang akan membentuk masa depan eksplorasi manusia di luar angkasa. Mereka tidak hanya diproyeksikan menjalani perjalanan ke Bulan, tetapi juga mendukung pembangunan pangkalan yang memungkinkan manusia tinggal dan bekerja di sana dalam jangka panjang.

Pengumuman perekrutan tersebut disampaikan pada Sabtu dalam ajang pertunjukan udara di Kennedy Space Center, Florida, yang sekaligus mempromosikan eksplorasi Bulan serta perkembangan teknologi penerbangan dan antariksa.

Administrator NASA Jared Isaacman menyebut saat ini merupakan momentum istimewa bagi siapa pun yang ingin bergabung dengan korps astronot Amerika Serikat.

"Ini adalah waktu yang luar biasa untuk bergabung dengan korps astronot NASA. Orang-orang yang kita pilih dapat berjalan di Bulan, tinggal dan bekerja di Pangkalan Bulan, serta membantu merintis sistem dan operasi yang pada akhirnya akan membawa awak ke Mars," kata Isaacman.

NASA menargetkan proses seleksi akhir rampung pada penghujung 2027. Para kandidat yang lolos kemudian akan mengikuti pelatihan sebelum dipersiapkan menghadapi berbagai misi antariksa.

Perekrutan kali ini menjadi pembukaan kesempatan berikutnya setelah NASA terakhir menerima pendaftaran astronot pada 2024. Persaingannya terbilang ketat. Dari lebih dari 8.000 orang yang mendaftar, hanya 10 kandidat yang akhirnya diterima dan diumumkan pada September 2025.

Kepala Korps Astronot NASA sekaligus Ketua Dewan Seleksi Astronot di Johnson Space Center, Houston, Scott Tingle, mengatakan profesi tersebut bukan sekadar pekerjaan biasa.

Menurut dia, kesempatan menjadi astronot NASA berarti ikut meneruskan sejarah panjang penjelajahan manusia sekaligus terlibat langsung dalam misi-misi yang akan menentukan arah eksplorasi luar angkasa pada masa mendatang.

Sejak dekade 1960-an, NASA tercatat telah memilih 370 orang untuk menjalani pelatihan sebagai kandidat astronot. Mereka dipersiapkan menghadapi misi yang semakin kompleks dan menantang. Saat ini, korps astronot aktif NASA berjumlah 32 orang.

Perekrutan tersebut juga tidak terlepas dari ambisi besar NASA untuk mengembalikan manusia Amerika ke permukaan Bulan pada 2028. Dalam proyek ini, perusahaan swasta SpaceX dan Blue Origin turut diproyeksikan mendukung pelaksanaan pendaratan manusia di satelit alami Bumi tersebut.

Persyaratan Ketat Calon Astronot

Meski kesempatan menjelajahi Bulan terbuka bagi generasi baru, NASA menetapkan persyaratan akademis dan profesional yang tidak ringan.

Seluruh pelamar wajib merupakan warga negara Amerika Serikat. Mereka juga harus memiliki gelar master di bidang sains, teknologi, teknik, atau matematika (STEM), kualifikasi medis, pelatihan sebagai pilot, atau telah menjalani sedikitnya dua tahun dalam program doktoral yang relevan.

Selain persyaratan pendidikan tersebut, kandidat diwajibkan mempunyai pengalaman profesional terkait selama minimal tiga tahun.

Khusus pelamar dengan latar belakang pilot, NASA menetapkan standar jam terbang yang tinggi. Mereka harus memiliki sedikitnya 750 jam terbang sebagai pilot komandan pesawat jet berkinerja tinggi, atau 1.500 jam terbang pada pesawat sayap tetap lainnya. Alternatifnya, pelamar dapat memenuhi persyaratan dengan pengalaman 1.000 jam terbang pada pesawat sayap putar.

Bagi masyarakat Amerika yang memenuhi kualifikasi, kesempatan ini tidak berlangsung lama. NASA menetapkan batas akhir pengiriman lamaran pada Kamis, 3 Desember 2026, pukul 23.59 waktu Eastern Time.

Para kandidat yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi nantinya akan menjadi bagian dari generasi penjelajah baru yang dipersiapkan bukan hanya untuk mengunjungi Bulan, melainkan juga membuka jalan bagi kehadiran manusia yang lebih permanen di luar Bumi.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.