Jangan Gagal Lagi di Kumamoto Masters

Senin, 09 Nov 2026, 01:30 WIB

KUMAMOTO – Setelah gagal total di Korea Open 2026, pebulu tangkis Indonesia kembali dihadapkan dengan tantangan berikutnya di Jepang. Sebanyak 13 wakil Merah Putih akan berjuang dalam Kumamoto Masters Japan 2026 yang berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium, 10-15 November. Sebaiknya jangan gagal lagi seperti di Korea. Jika pemain tidak siap sebaiknya dipulangkan saja daripada gagal dan gagal terus. Hemat biaya.

Turnamen ini menjadi kesempatan bagi para pemain Indonesia untuk memperbaiki hasil sekaligus menjaga peluang bersaing di penghujung musim. Salah satu yang akan kembali mendapat sorotan adalah Moh Zaki Ubaidillah. Pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu bertekad bangkit setelah tersingkir di babak 32 besar Korea Open.

Ket. Foto: Moh Zaki Ubaidillah — Sumber: PP PBSI

Juara Thailand Masters 2026 tersebut menyerah dua gim langsung dari wakil Jepang, Yushi Tanaka, dengan skor 13-21, 17-21. Ubed mengakui lawannya tampil lebih baik, terutama dalam mengantisipasi pola permainan reli yang coba dibangunnya. “Masih ada Kumamoto Masters. Saya melakukan pemulihan yang lebih maksimal, persiapan lagi, dan semoga bisa lebih baik nanti,” ujarnya.

Di sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan tiga pemain, yakni Alwi Farhan, Ubed, dan Muhammad Yusuf. Yusuf harus melewati babak kualifikasi untuk bergabung dengan dua rekannya di babak utama.

Alwi langsung menghadapi ujian berat dengan menantang juara All England 2026 asal Taiwan, Lin Chun Yi. Namun, Alwi memiliki modal positif setelah mengalahkan Lin dalam pertemuan terakhir mereka di babak pertama French Open 2026 melalui pertarungan tiga gim, 21-16, 13-21, 21-18. Sementara itu, Ubed akan berhadapan dengan wakil Kanada, Brian Yang.

Peluang Indonesia juga terbuka di sektor ganda putra. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani berstatus unggulan. Keduanya tengah berupaya mempertahankan posisi di delapan besar Ranking Race to Finals 2026 demi mengamankan tiket BWF World Tour Finals.

Sementara itu, ganda putri Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti kembali turun setelah menjuarai Hylo Open 2026. Tiwi/Fadia menjadi satu-satunya pasangan putri Indonesia yang telah mempersembahkan gelar BWF World Tour musim ini. Sebelumnya, mereka juga menjuarai Thailand Masters (Super 300).

Peluang menuju World Tour Finals masih terbuka, meski mereka harus bersaing ketat dengan pasangan Bulgaria, Stefani Stoeva/Gabriela Stoeva, yang berada di atas mereka dalam Ranking Race to Finals.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.