Janjikan Solusi Tambang Berkelanjutan, Minerba Convex 2026 akan Dibuka Bahlil

Jumat, 30 Okt 2026, 01:10 WIB

JAKARTA - Sebanyak 18 asosiasi industri pertambangan mineral dan batu bara bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan menggelar Minerba Convention and Expo (Minerba Convex) 2026.

Ajang terbesar sektor minerba itu akan berlangsung pada 2-3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dan akan dibuka resmi oleh Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Ket. Foto: Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno (tengah) dalam konferensi pers Minerba Convention and Expo (Minerba Convex) 2026 di Jakarta, Kamis (29/10). Minerba Convex tahun ini akan berlangsung pada 2-3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dan akan dibuka oleh Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi/Menteri ESDM Bahlil Lahadalia — Sumber: istimewa

Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan Minerba Convex tahun ini mengusung tema "Membangun Bangsa, Memberdayakan Masyarakat".

Menurutnya, tema tersebut mencerminkan peran strategis sektor minerba dalam menopang pembangunan nasional, bukan hanya soal energi dan bahan baku industri, tetapi juga penerimaan negara, investasi, hingga lapangan kerja di daerah tambang.

"Komoditas minerba mendukung kebutuhan energi, menjadi bahan baku industri, memberikan penerimaan negara, mendorong investasi, serta menciptakan aktivitas ekonomi dan lapangan kerja di berbagai daerah," ujar Tri dalam konferensi pers di Gedung Ditjen Ketenagalistrikan, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/10).

Ada Coaching Clinic RKAB dan Wahana Tambang untuk Anak

Selain jadi ajang pertemuan pemangku kepentingan, Minerba Convex 2026 juga menyediakan Coaching Clinic bagi pelaku usaha. Melalui fasilitas ini, badan usaha bisa konsultasi penyusunan dan pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) agar lebih efektif dan sesuai aturan.

"Melalui Coaching Clinic, Ditjen Minerba memberikan ruang konsultasi dan pendampingan bagi badan usaha," imbuh Tri.

Yang menarik, event ini juga menghadirkan Experience Zone dan Kids' Mining Adventure sebagai sarana edukasi pertambangan untuk masyarakat umum dan generasi muda.

"Melalui Kids Mining Zone dan Experience Zone ini terbukti kemarin pada 2025, beberapa anak SMA berminat untuk industri pertambangan dan saya ada contoh, dulu ada anak yang bercita-cita jadi dokter, tapi masuknya ke teknik pertambangan," ungkap Tri.

Di Experience Zone, pengunjung diajak memahami tahapan pengelolaan minerba secara lengkap, dari sumber daya di perut bumi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, hingga hilirisasi.

Sementara Kids' Mining Adventure dikemas sebagai wahana interaktif yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal potensi sumber daya alam sejak dini.

*Apresiasi dan Ruang Kolaborasi*

Dalam Minerba Convex 2026, Ditjen Minerba juga akan memberikan Apresiasi Minerba kepada badan usaha yang menunjukkan kinerja positif dalam pengelolaan subsektor minerba.

Tri berharap ajang ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi.

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kontribusi pelaku usaha, akademisi, masyarakat, media, dan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun subsektor minerba yang semakin baik," pungkasnya.

Ketua Panitia Minerba Convex 2026, Catur Gunadi, menambahkan penyelenggaraan tahun ini diarahkan untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama.

"Minerba Convex 2026 kami dorong menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, tenaga profesional, dan masyarakat," ujar Catur.

Menurutnya, tantangan industri saat ini mulai dari kepastian regulasi, hilirisasi, daya saing, hingga praktik pertambangan yang bertanggung jawab, sehingga butuh pembahasan bersama.

Dihadiri 17 Ribu Pengunjung

Minerba Convex 2026 ditargetkan dihadiri sekitar 17 ribu pengunjung dengan rangkaian seminar, FGD, pameran, edukasi, kompetisi, penghargaan, business matching, coaching clinic, dan Mining Public Talk.

Salah satu forum yang akan dibahas adalah "Urgensi dan Strategi Implementasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Nasional" yang menyoroti transparansi perdagangan, pembentukan harga, dan tata kelola.

Penyelenggaraan didukung 18 asosiasi, di antaranya APBI-ICMA, APNI, ASPINDO, IMA, IAGI, MGEI, PERHAPI, PERTAABI, PROMETINDO, ASPEBINDO, ATBI, FINI, SRE, FORKOPINDO, ASPRODITEGI, Majalah TAMBANG, APKPI, dan AETI.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.