Luar Biasa! Balai Bahasa Bengkulu Terbitkan 53 Buku Terjemahan Cerita Anak Bahasa Daerah.
Jumat, 30 Okt 2026, 15:58 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: Antara Foto
Balai Bahasa Bengkulu sejak Januari hingga Oktober 2026 telah menerbitkan 53 produk atau buku terjemahan cerita anak dari bahasa daerah ke dalam Bahasa Indonesia.
Produk penerjemahan cerita anak yang diterbitkan tersebut merupakan hasil karya para penulis terpilih yang mendapat kesempatan menulis cerita menggunakan bahasa daerah, dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
"Sebanyak 53 jumlah tersebut melampaui target awal sebanyak 22 produk. Tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti program penulisan cerita anak mendorong Balai Bahasa mengakomodasi lebih banyak karya," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu Andriana Yohan di Kota Bengkulu, Jumat.
Penerbitan cerita anak dalam bahasa daerah dilakukan untuk menyediakan bahan bacaan bagi anak-anak, dan menjadi salah satu langkah konkret untuk mendekatkan generasi muda dengan bahasa daerah.
"Ketika anak-anak membaca buku-buku ini, mereka akan semakin dekat dengan bahasa daerahnya dan diharapkan tumbuh kecintaan untuk menggunakan serta melestarikannya," sebutnya.
Sebab, peluncuran 53 produk penerjemahan juga diharapkan memperluas ketersediaan bahan bacaan berkualitas bagi anak-anak sekaligus memperkenalkan keberagaman bahasa daerah Bengkulu kepada generasi muda.
Untuk itu, Balai Bahasa Bengkulu memberikan Anugerah Kaesa Bahasa dan Diseminasi Produk Penerjemahan tersebut dilakukan untuk memberikan penghargaan kepada individu, lembaga, tokoh, dan komunitas yang berkontribusi dalam pengembangan kebahasaan, kesastraan, dan literasi.
Serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan bahasa daerah, khususnya bahasa Enggano yang saat ini menghadapi ancaman kepunahan.
"Pemberian Anugerah Karsa Bahasa merupakan bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang telah menunjukkan dukungan dan kontribusi positif terhadap program kebahasaan, kesastraan, dan literasi yang dilaksanakan Balai Bahasa," ujar dia.
Oleh karena itu, Andriana mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga martabat bahasa Indonesia dan melestarikan bahasa daerah dengan mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!