Terobosan BPSDM Sulut, Cukup Bermodal Smartphone, ASN Bisa Kejar Target 20 Jam Belajar

Jumat, 30 Okt 2026, 01:05 WIB

MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meluncurkan program pembelajaran berbasis digital "ASN Baku Beking Pande YSK-Victory" guna meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sekitar 18.000 aparatur sipil negara (ASN) di wilayahnya. 

Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Tahlis Gallang menyampaikan bahwa inovasi yang digagas BPSDM Sulut ini dihadirkan sebagai solusi adaptif dan efisien untuk memperluas akses belajar pegawai di tengah keterbatasan anggaran pelatihan konvensional.

Ket. Foto: Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang — Sumber: ANTARA/HO-DKIPS

"Karena itu, diperlukan terobosan yang memungkinkan aparatur memperoleh akses pembelajaran secara lebih luas dan berkelanjutan," ujar Tahlis Gallang di Manado, Kamis (29/10).

Dia menyebutkan, pemerintah provinsi terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur melalui inovasi pengembangan kompetensi yang adaptif, fleksibel dan berbasis digital.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran program 'ASN Baku Beking Pande YSK-Victory' (Your Skill & Knowledge – Your Key to Victory) oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

“Melalui program ASN Baku Beking Pande YSK-Victory tersebut Pemprov Sulut mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai solusi untuk memperluas kesempatan belajar bagi ASN, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan anggaran pelatihan,” katanya.

Program tersebut kata dia, menyasar sekitar 18.000 pegawai di lingkungan Pemprov Sulut, dengan harapan setiap ASN dapat memenuhi kewajiban pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran setiap tahun.

Kepala BPSDM Sulut, Franky Tintingon, menjelaskan bahwa masih terdapat ASN yang belum memperoleh kesempatan mengikuti pengembangan kompetensi secara optimal.

Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi keterbatasan anggaran untuk pelaksanaan pelatihan konvensional.

Menurut dia, melalui sistem pembelajaran digital, keterbatasan tersebut diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi ASN untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

“Yang dibutuhkan cuma waktu, smartphone dan kuota,” ujar Tintingon.

Pada tahap awal, BPSDM Sulut menyediakan 18 materi pembelajaran digital dengan total 36 jam pelajaran.

Setiap materi memiliki bobot dua jam pelajaran sehingga ASN yang menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran berkesempatan memenuhi kebutuhan pengembangan kompetensi tahunan, bahkan melampaui ketentuan minimal 20 jam pelajaran.

Proses pembelajaran dirancang secara variatif, mencakup materi bacaan, video pembelajaran, pelatihan, serta kuis sebagai bagian dari evaluasi pemahaman peserta.

  • pemprov sulut
  • tahlis gallang
  • asn baku beking pande
  • bpsdm sulut

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.