Libur Nataru Makin Terjangkau, Stimulus Transportasi Disiapkan Rp883 Miliar

Minggu, 08 Nov 2026, 12:25 WIB

JAKARTA – Pemberian stimulus transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga keterjangkauan biaya perjalanan di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pada libur akhir tahun.

Kebijakan berupa diskon tarif angkutan diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus mendorong penggunaan transportasi publik.

Ket. Foto: Ilustrasi-Suasana penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai setelah pulih pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, di Denpasar. — Sumber: ANTARA/ HO-Bandara Ngurah Rai

Namun, efektivitas stimulus tidak hanya ditentukan oleh besaran potongan harga, tetapi juga kesiapan kapasitas angkutan, kelancaran konektivitas, serta pemerataan akses agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kualitas pelayanan.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp883 miliar untuk stimulus diskon empat moda transportasi dalam periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

“Tahun lalu itu anggarannya Rp387 miliar. Nah, tahun ini itu sama (stimulus ditujukan untuk) empat moda, kemudian anggarannya adalah Rp883 miliar. Jadi pemerintah mengalokasikan lebih dari dua kali lipat anggaran untuk stimulus menjelang Natal dan tahun baru,” kata Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dalam acara Nataru Mobility Expo 2026 di Sarinah Jakarta, Minggu (8/11).

Lebih lanjut, Wamenko Dradjad mengatakan bahwa stimulus ekonomi ini merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung perjalanan masyarakat, sekaligus menggerakkan roda perekonomian di kuartal IV tahun 2026.

“(Kebijakan ini) Kita lanjutkan dari tahun lalu karena terbukti kita memberikan dampak yang sangat bagus bagi mobilitas masyarakat maupun bagi ekonomi nasional dan ekonomi di daerah. Program ini menjangkau empat moda transportasi sekaligus yaitu kereta api, angkutan laut, penyeberangan dan angkutan udara,” jelas dia.

Menurut Drajad, libur Natal dan tahun baru merupakan salah satu momentum yang sangat penting dan krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Bukan hanya (berdampak pada) pariwisata tapi juga perdagangan, kerajinan, industri kecil, rumah tangga dan sebagainya. Karena itu, pemerintah memandang penting untuk memastikan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman dan terjangkau,” ujarnya.

Wamenko Drajad mengatakan terdapat berbagai kemudahan dan diskon menarik yang dapat didapatkan masyarakat untuk keempat moda transportasi tersebut. Masyarakat dapat mengakses melalui berbagai kanal resmi masing-masing pelayanan transportasi.

“Jadi detailnya itu ada diskon transportasi, PPN itu 100 persen ditanggung pemerintah untuk tiket ekonomi rute domestik, periode penerbangan 22 Desember sampai 10 Januari. Pembelian sejak 20 Oktober. Jadi bisa beli dari sekarang,” kata dia.

Untuk moda kereta api, terdapat diskon tiket sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial di Jawa dan Sumatera Utara dalam periode keberangkatan 22 Desember 2026 sampai dengan 4 Januari 2027.

Lebih jauh, untuk transportasi kapal laut juga ada diskon 30 persen untuk tarif dasar kelas ekonomi di seluruh rute kapal penumpang, dengan periode keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

“Kemudian untuk penyeberangan ASDP itu gratis tarif jasa pelabuhan untuk pejalan kaki dan kendaraan golongan 2, golongan 4A di 14 pelabuhan. Periodenya 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027,” ujar Wamenko Drajad.

  • Diskon Transportasi

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.