Senat Paraguay Tolak Penundaan Sidang Pemakzulan Presiden Santiago Pena

Sabtu, 07 Nov 2026, 21:05 WIB

ASUNCION — Senat Paraguay menolak permintaan Presiden Santiago Pena untuk mendapatkan perpanjangan waktu selama 72 jam guna mempersiapkan pembelaan dalam sidang pemakzulan. Keputusan tersebut diambil melalui pemungutan suara pada Jumat (6/11) dilansir dari kantor berita Anadolu.

Senat kemudian memanggil Pena untuk hadir di hadapan para anggota parlemen pada pukul 12.10 waktu setempat. Pena menilai waktu kurang dari 12 jam tidak cukup untuk mempersiapkan pembelaan hukum.

Ket. Foto: Presiden Paraguay yang dimakzulkan, Santiago Pena — Sumber: X - Santiago Pena

Ia menyampaikan keberatan tersebut melalui surat kepada Presiden Senat Basilio Nunez. Pena mengatakan bahwa dirinya menerima pemberitahuan mengenai sidang pada Kamis (5/11) pukul 22.15 waktu setempat.

Pemberitahuan tersebut disertai dokumen dakwaan setebal 15 halaman dan sekitar 300 halaman dokumen pendukung. Ia menilai pemberitahuan yang mendadak membuat dirinya kesulitan mempersiapkan pembelaan hukum.

Selain itu, ia juga tidak memiliki cukup waktu untuk menunjuk pengacara. Menurut dia, kondisi tersebut tidak mencerminkan standar proses hukum dalam negara yang menjunjung tinggi supremasi hukum.

Dalam pemungutan suara, sebanyak 39 anggota Senat menolak permintaan perpanjangan waktu tersebut, sementara tiga anggota mendukung. Dua anggota lainnya memilih abstain dan satu anggota tidak hadir.

Penolakan tersebut membuat Pena harus mengikuti jadwal sidang yang telah ditetapkan oleh parlemen. Proses pemakzulan Pena berlangsung di tengah krisis keuangan yang melibatkan Ueno Bank.

Bank tersebut diambil alih oleh Bank Sentral Paraguay pada awal pekan karena adanya kekhawatiran terhadap kondisi keuangannya. Pengambilalihan tersebut berdampak pada akses nasabah terhadap simpanan mereka.

Para nasabah menghadapi pembatasan dalam menarik dana yang disimpan di bank tersebut. Kondisi itu memicu kemarahan masyarakat dan menimbulkan pertanyaan mengenai pengelolaan keuangan Ueno Bank.

Pena sebelumnya diketahui memiliki saham di perusahaan induk yang mengendalikan bank tersebut yang tuduhan konflik kepentingan terhadap dirinya. Ia juga menghadapi dugaan penyimpangan terkait dana pensiun publik yang disimpan di bank tersebut.

Di tengah meningkatnya tekanan politik, Pena mengajukan pengunduran dirinya pada Kamis. Namun, para anggota parlemen gagal mencapai kuorum untuk membahas pengunduran diri tersebut sehingga proses pemakzulan tetap berlanjut.

Wakil Presiden Pedro Alliana akan mengambil alih jabatan presiden apabila pengunduran diri Pena disahkan secara resmi. Penolakan Senat terhadap permintaan perpanjangan waktu membuat Pena tetap diwajibkan menyampaikan pembelaan sesuai jadwal awal. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.