Cari Jalan Damai! Irak Usulkan Misi Diplomatik Regional ke Iran dan AS

Sabtu, 07 Nov 2026, 04:21 WIB

ISTANBUL - Irak pada Jumat (6/11) mengusulkan pembentukan komite yang terdiri atas para menteri luar negeri negara-negara kawasan untuk misi diplomatik ke Teheran dan Washington guna mencari solusi damai atas perselisihan yang masih berlangsung.

Usulan itu disampaikan dalam percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, demikian menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Irak.

Ket. Foto: Ilustrasi Irak. — Sumber: Antara foto/Anadolu

Dalam percakapan itu, Araghchi memaparkan pandangan Teheran mengenai persiapan untuk melanjutkan perundingan dengan Washington, yang sebelumnya telah disampaikan menjelang pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat.

Proposal Iran mencakup penetapan jadwal dimulainya perundingan, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pembahasan ulang sejumlah poin yang telah disepakati dalam kesepahaman sebelumnya yang dicapai di Pakistan.

Proposal tersebut juga mencakup ketentuan tambahan terkait program nuklir Iran, menurut pernyataan itu.

Hussein menyampaikan terima kasih kepada Araghchi atas penjelasan mengenai proposal Teheran. Keduanya juga membahas pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat, hasilnya, serta potensi dampaknya terhadap perkembangan situasi di kawasan.

Menteri Luar Negeri Irak itu memperingatkan bahwa ketegangan di kawasan semakin meningkat di tengah kekhawatiran berkelanjutan atas kemungkinan dimulainya kembali operasi militer.

Ia menekankan perlunya langkah-langkah konkret untuk mengendalikan eskalasi dan menciptakan kondisi yang mendukung penurunan ketegangan.

Kedua menteri menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi berkelanjutan di antara negara-negara kawasan, khususnya negara-negara tetangga, guna mencegah eskalasi lebih lanjut serta mendorong keamanan dan stabilitas.

Selat Hormuz Tetap Isu Utama

Pembahasan diplomatik tersebut berlangsung di tengah upaya mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan Iran.

Washington dan Teheran mencapai sejumlah kesepahaman melalui perundingan yang dimediasi Pakistan pada April.

Setelah itu, kedua pihak melanjutkan pembahasan diplomatik dan teknis untuk menerapkan pengaturan yang bertujuan meredakan ketegangan.

Namun, perbedaan pandangan mengenai pelonggaran sanksi, keamanan maritim di Selat Hormuz, serta pengaturan keamanan kawasan yang lebih luas masih menjadi hambatan dalam upaya mencapai penyelesaian jangka panjang.

Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi pengiriman energi global, tetap menjadi salah satu isu utama dalam perundingan.

Sementara itu, Iran menginginkan peran yang lebih besar dalam pengelolaan lalu lintas maritim melalui jalur perairan strategis tersebut.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.