- Home
-
- Luar Negeri
-
- Serangan Siber ke Bank Pra...
Serangan Siber ke Bank Prancis Jadi Peringatan bagi Keamanan Digital RI
Jumat, 06 Nov 2026, 03:05 WIBJAKARTA - Serangan siber yang menimbulkan transaksi penipuan pada grup perbankan Prancis, Crédit Mutuel Arkéa, menjadi peringatan bagi Indonesia untuk memperkuat keamanan layanan keuangan digital. Insiden tersebut menunjukkan bahwa pembobolan sistem dapat mengganggu operasional perbankan meskipun dana nasabah tetap dinyatakan aman.
Ketua Jogja Startup Foundation, Anggoro, menilai kejadian tersebut memperlihatkan bahwa risiko serangan siber terhadap lembaga keuangan perlu diantisipasi secara serius, termasuk di Indonesia.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital yang semakin pesat harus diimbangi dengan penguatan sistem keamanan serta peningkatan kewaspadaan masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan.
âPernyataan bank bahwa dana nasabah tetap aman tidak mengurangi pentingnya pelajaran dari kasus tersebut. Penghentian sementara sejumlah transaksi memperlihatkan bahwa serangan siber dapat mengganggu layanan yang digunakan masyarakat, sekalipun tidak mengambil dana dari rekening nasabah,â kata Anggoro.
Sebelumnya, Crédit Mutuel Arkéa pada Rabu (4/11) mengonfirmasi adanya transaksi penipuan akibat serangan siber. Bank tersebut menyatakan bahwa insiden telah dihentikan dan meyakinkan nasabah bahwa dana mereka tetap aman.
Dalam pernyataannya, grup perbankan Prancis itu menjelaskan bahwa sejumlah transaksi untuk sementara ditangguhkan sebagai langkah pencegahan setelah sistem mendeteksi adanya pembobolan.
Operasional perbankan secara bertahap kembali berjalan pada Rabu pagi setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan penerapan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat. Bank menegaskan serangan tersebut tidak berdampak terhadap aset nasabah, tetapi menyebabkan keterlambatan pelaksanaan sejumlah transaksi transfer.
Meski nilai keseluruhan dana yang terdampak masih dalam proses penilaian, Crédit Mutuel Arkéa menyatakan jumlahnya tidak cukup besar untuk mengganggu kekuatan maupun kesehatan keuangan grup secara keseluruhan.
Sementara itu, stasiun televisi Prancis BFM TV melaporkan bahwa serangan siber tersebut kemungkinan melibatkan pencucian mata uang kripto senilai 133 juta dollar AS. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Kecanggihan Penipuan Digital
Anggoro juga mengingatkan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang berpotensi dimanfaatkan untuk meningkatkan kecanggihan penipuan digital. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membuat penyamaran pesan, suara, dan identitas menjadi semakin meyakinkan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemanfaatan AI dalam penipuan digital merupakan tantangan keamanan secara umum dan bukan kesimpulan mengenai metode yang digunakan dalam serangan terhadap Crédit Mutuel Arkéa.
Menurut Anggoro, upaya memperkuat keamanan digital harus menjadi tanggung jawab bersama penyedia layanan keuangan, perusahaan teknologi, regulator, dan masyarakat. Pengamanan sistem perbankan perlu terus ditingkatkan agar mampu mendeteksi serta mencegah aktivitas mencurigakan sejak dini.
Di sisi lain, masyarakat juga perlu membangun kebiasaan menjaga keamanan akses rekening, memeriksa setiap permintaan transaksi, serta tidak mudah mempercayai pesan atau instruksi yang mengatasnamakan lembaga keuangan.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Serangan Siber Ganggu Sistem Pendingin Puluhan Supermarket di Eropa
-
Selamat Tinggal Polusi Asap Knalpot! Pemprov DKI Gandeng BUMN Garap Ribuan Bus Listrik
-
Setelah Pendingin Supermarket, Bank Darah Prancis Kini Jadi Sasaran Serangan Siber
-
Serangan Siber Menghantam Russia dan Ukraina, Targetkan Aplikasi Peringatan Darurat
-
Di Tengah Gempuran Zaman Modern, Desa Wisata Grogol Tetap Pertahankan Wayang Suket
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.