Pertumbuhan Ekonomi Jabar Tembus 5,89 Persen Dedi Mulyadi Akui Pengangguran Masih Tinggi
Jumat, 06 Nov 2026, 17:35 WIBBandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat rukun tetangga (RT) hingga para kepala daerah kabupaten/kota, atas capaian gemilang perekonomian regional yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi di Pulau Jawa.
Dedi dalam keterangannya, di Bandung, Jumat (6/11), menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jabar yang dirilis pada November 2026, yang menyebut perekonomian Jabar pada triwulan III-2026 tumbuh kuat sebesar 5,89 persen (y-on-y), melampaui rata-rata nasional dan menempati posisi tertinggi di Pulau Jawa.
Capaian ini diikuti naiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ke level 76,62 serta perbaikan signifikan pada sektor ketenagakerjaan, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 6,67 persen pada Agustus 2026.
"Terima kasih untuk seluruh warga Jabar para pedagang, para pengusaha, para pekerja, petani, nelayan, dari mulai RT sampai bupati/wali kota, bahwa hari ini laju ekonomi di Jabar mengalami peningkatan dan memiliki kategori tertinggi di Pulau Jawa kalau enggak salah 5,80 sekian persen, nah kemudian angka IPM-nya juga mengalami kenaikan. Kemudian juga kesempatan kerjanya juga mulai meningkat, serapan kerja sudah mulai meningkat, angka pengangguran turun," ujar KDM, dalam keterangan sosial medianya yang dikonfirmasi.
Kendati indikator makro ekonomi menunjukkan tren positif, termasuk bertambahnya jumlah penduduk bekerja menjadi 24,77 juta orang, mantan Bupati Purwakarta itu tetap bersikap realistis bahwa tantangan di lapangan masih besar dan masih banyak warga yang belum terserap pekerjaan.
"Angka pengangguran turun walau pasti yang nganggur masih banyak," ujarnya pula.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus membakar semangat kerja keras demi menopang kehidupan keluarga masing-masing, sementara pemerintah berkomitmen untuk senantiasa memikirkan kepentingan publik secara luas.
"Untuk itu mari kita terus bekerja keras, apa pun kita lakukan demi kehidupan kita masing-masing, karena tiap orang kerja untuk diri dan keluarganya. Dan kalau saya, jangan hanya berpikir diri dan keluarga, harus berpikir kepentingan masyarakat," ujar KDM.
Dia mengaku tidak lupa menyampaikan evaluasi diri dan memohon maaf apabila masih terdapat celah serta kekurangan dalam pelaksanaan program pembangunan di Tatar Pasundan ini.
"Semoga upaya-upaya ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan saya meyakini bahwa pembangunan di Jabar masih banyak kekurangannya. Untuk itu mohon maaf atas kekurangan-kekurangan kami," ujarnya lagi.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.