Mendorong Kolaborasi Pendidikan Vokasi dengan Dunia Kerja
Kamis, 01 Okt 2026, 23:37 WIBKupang - Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali mendorong penguatan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
âKolaborasi seperti ini harus terus diperkuat. Pendidikan vokasi tidak hanya berbicara tentang teori, tetapi juga bagaimana peserta didik mendapatkan pengalaman praktik dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,â kata Umbu Lili Pekuwali saat peresmian Kelas Sumba Manis di SMKN 2 Waingapu, Kamis.
Ia mengapresiasi kontribusi PT Muria Sumba Manis (MSM) dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dia berharap Kelas Sumba Manis beserta berbagai fasilitas pendukungnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa dan tenaga pendidik untuk memperkuat pembelajaran, meningkatkan kompetensi, serta mempersiapkan generasi muda Sumba Timur menghadapi dunia kerja.
Kelas Sumba Manis merupakan hasil kerja sama MSM dan SMKN 2 Waingapu yang diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni 2025.
Program tersebut dikembangkan untuk mendukung pembelajaran vokasi yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.
Proses peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sumba Timur yang disaksikan Wakil Bupati Sumba Timur, Komisaris dan Managing Director MSM, serta Kepala SMKN 2 Waingapu.
Umbu menilai melalui program tersebut, MSM mendukung Jurusan Teknik Kendaraan Ringan dengan memodernisasi ruang kelas, ruang workshop, dan ruang simulator yang dilengkapi peralatan pembelajaran berteknologi modern.
Fasilitas tersebut diarahkan untuk memperkuat pembelajaran berbasis praktik sehingga siswa dapat mengembangkan kompetensi sekaligus menghasilkan karya dan produk yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dukungan juga diberikan kepada Jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan melalui penyediaan peralatan pembelajaran untuk menunjang kegiatan praktik dan pengembangan kompetensi siswa.
Selain fasilitas, MSM juga memberikan penguatan kapasitas guru dan siswa melalui pendampingan serta pelatihan dari konsultan mengenai penggunaan peralatan dan pengembangan kompetensi sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Pembelajaran juga didukung penyesuaian kurikulum agar lebih relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, termasuk pemberian kesempatan kepada siswa mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) di MSM.
Managing Director MSM Budi Hediana mengatakan kolaborasi dunia usaha dan pendidikan dapat memberikan manfaat lebih besar apabila dibangun secara berkelanjutan.
âKami percaya bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan dapat memberikan manfaat yang lebih besar ketika dibangun secara berkelanjutan. Melalui Kelas Sumba Manis, kami ingin mendukung siswa agar mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang semakin relevan dengan dunia kerja,â ujarnya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Program Pelatihan Vokasi Nasional di Aceh
-
Antrean BBM Subsidi Mengular di Sulsel, Harga Pertalite hingga Pertamax di Pengecer Melambung.
-
Memperkuat Pelatihan Vokasi untuk Menekan Tingkat Pengangguran Terbuka
-
Indonesia-Iran Perkuat Kerja Sama Pelatihan Vokasi, Jaminan Sosial, dan Akses Kerja Disabilitas.
-
Polri dan Polda Metro Geledah Kafe serta Money Changer di Cipete Terkait Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.