Jadi Tim Pertama Lolos ke Babak 16, Persib Siap-siap Melaju Lebih Jauh

Jumat, 06 Nov 2026, 12:02 WIB

BANDUNG – Tak hanya mau sampai babak 16 besar, Persib Bandung ingin melangkah lebih jauh, usai menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 besar ACL 2. Persib sukses memetik enam poin di kandang sendiri dalam kompetisi setinggi Asia Champions League (ACL) Two sudah sangat bagus, apalagi mencuri enam poin di kandang lawan.

Itulah yang sudah dilakukan Persib Bandung sejauh ini, sampai akhirnya menjadi tim pertama yang lolos ke babak 16 besar ACL Two musim ini.

Ket. Foto: ingin lebih jauh — Sumber: ist

Persib menjadi salah satu dari dua tim ACL Two musim ini, yang menyapu semua dari empat laga pertama fase grup. Satunya lagi adalah Machida Zelvia asal Jepang.

Kedua tim yang bernilai sempurna 12 itu berada di Wilayah Timur. Pencapaian kedua tim tak bisa disamai oleh 16 tim yang berada di Wilayah Barat.

Machida Zelvia berasal dari negara dengan poin kompetisi liganya paling tinggi di Wilayah Timur, dan kedua tertinggi setelah Arab Saudi.

Persib sendiri berasal dari negara yang memiliki poin kompetisi paling rendah di antara 32 tim yang berada di fase grup ACL Two, yakni 18.653 poin.

Tetapi Persib telah mengalahkan semua klub yang berasal dari tiga negara yang memiliki poin jauh lebih tinggi dari Indonesia.

Persib mengalahkan Seoul FC dari Korea Selatan yang berpoin 90.982 atau tertinggi kedua setelah Jepang, di Wilayah Timur.

Persib juga mengalahkan The Cong Vittel dari Vietnam, yang memiliki 35.038 poin. Lebih luar biasa lagi, Maung Bandung dua kali mengalahkan Melbourne Victory yang memiliki poin kompetisi 40.240, baik di kandang maupun di Australia

Jika melihat dari laga ke laga, Anda akan melihat grafik permainan Persib di ACL Two semakin meningkat.

Cair 

Mereka dipaksa bertahan dari gempuran FC Seoul di kandang lawan pada 16 September setelah unggul 1-0 sejak menit kelima berkat gol cepat Julio Cesar.

Barisan pertahanan Maung Bandung sukses menggagalkan enam peluang bersih dari total 12 peluang yang dibuat FC Seoul yang mendikte lapangan lewat 60 persen penguasaan bola.

Tapi Igor Tolic tidak merancang Persib untuk semata-mata bertahan, karena dia juga cermat menantikan momentum muncul guna mengancam balik tim yang musim ini menjuarai Liga Korea Selatan itu.

Buktinya, Persib masih bisa membuat lima peluang yang dua di antaranya tepat sasaran ke arah gawang FC Seoul.

Permainan Persib di bawah Tolic yang memainkan gaya bermain lebih terstruktur, cair dan progresif, tapi juga fleksibel itu makin berkembang kala menjamu The Cong Vittel pada 14 Oktober di Stadion Si Jalak Harupat.

Walau dipaksa menang dengan mengandalkan gol penalti Marino Peralta pada ujung babak pertama, Persib mendominasi laga dengan 13 peluang yang 4 di antaranya tepat sasaran. Sedangkan klub Vietnam itu membuat 8 peluang yang 1 di antaranya on target.

Permainan Thom Haye dkk semakin berkembang kala menjamu Melbourne Victory pada 28 Oktober, walau tetap menjadi pihak inferior dalam penguasaan bola.

Saat itu Persib membuat 12 peluang, sama dengan lawannya, tapi jauh lebih klinis dengan menciptakan lima peluang emas yang dua di antaranya berbuah gol yang semuanya diciptakan oleh Balsa Sekulic pada babak kedua.

Serangan yang klinis itu mereka pertontonkan lagi di Melbourne pada 5 November.

Sempat dikejutkan oleh gol bunuh diri Julio Cesar pada menit ke-71, Persib melakukan pembalikan heroik dalam lima menit terakhir waktu normal untuk menang 2-1 berkat gol Luka Menalo dan Sekulic.

Dalam pertandingan terakhir itu, Persib membuat 10 peluang yang lima di antaranya tepat sasaran, sama dengan Melbourne tapi klub Australia itu tak bisa membuat satu pun peluang tepat sasaran.

Bukan hanya itu, Persib menjadi pihak yang lebih banyak mengatur lalu lintas permainan dengan 59 persen penguasaan bola.

Keempat pertandingan itu menjadi bukti bahwa Igor Tolic cermat menganalisis lawan sehingga efektif memberi perlakuan di lapangan, tapi juga tidak kaku dengan satu sistem, yang tak segan memasang pertahanan garis rendah seperti terlihat kala mengalahkan Seoul.

Lebih Jauh

Tolic benar-benar telah mengubah cara pemain-pemain Persib mengolah si kulit bundar, hingga menjadi tim yang lebih progresif, cair dan kreatif dalam membuka ruang di pertahanan lawan.

Contoh terkini adalah saat dua kali mengalahkan Melbourne Victory. Dia mengupgrade timnya setelah menganalisis dengan cemat pertemuan pertama untuk mengubah Persib menjadi jauh lebih bisa mendikte permainan.

Tolic juga menciptakan keadaan yang mengubah Maung Bandung menjadi tim yang benar-benar cair, yang bisa mulus mengubah mode bertahan untuk bertransisi cepat ke setelan menyerang.

Para pemain sayap seperti Luca Menalo dan Mariano Peralta bergerak masuk ke area tengah dekat striker guna menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini pertahanan lawan yang sekaligus menciptakan ruang untuk kedua bek sayap guna naik membantu serangan.

Di tahap lain gelandang bertahan seperti Gakuto Notsuda dan Dedi Kusnandar sering turun menempatkan posisi di samping dua bek tengah, terutama saat fase awal membangun serangan sehingga sirkulasi penguasaan bola menjadi lebih lancar.

Semua pemain aktif menciptakan ruang dan sekaligus menutup ruang yang bisa dipakai lawan untuk bermanuver, termasuk pemain depan mereka.

Di sini, para pemain depan seperti Balsa Sekulic tidak akan terpaku di dalam kotak penalti. Sebaliknya akan terus bergerak mencari ruang kosong guna memancing pemain bertahan lawan untuk keluar dari posisinya sehingga menciptakan opsi untuk mengalir efektinya umpan.

Dengan semua bekal itu seharusnya Persib mengayunkan langkah yang lebih jauh daripada babak 16 besar seperti mereka capai musim lalu.

Fakta mereka bisa mengalahkan FC Seoul yang negaranya memiliki poin lebih tinggi dibandingkan tim-tim lain di Wilayah Timur, kecuali Machida Zelvia yang tengah berada di peringkat ketiga di liga Jepang musim ini, menunjukkan bahwa mereka bisa mencapai babak yang lebih panjang dari pada 16 besar.

Jika tetap di puncak klasemen sampai dua laga terakhir fase grup, Persib akan menghadapi runner up Grup F, G, atau H.

Kemungkinan tim-tim itu adalah Lion City Sailors dari Singapura, BG Pathum United dari Thailand, Adelaide United dari Selandia Baru, PKR Svay Rieng dari Korea Utara, Shanghai Shenhua dari China, dan semua dari Grup H termasuk Phnom Penh Crown dari Kamboja.

Jika melihat statistik semua tim itu, Persib memiliki kans untuk mencapai minimal perempat final, bahkan bisa bertemu Machida Zelvia dalam semifinal. Masih terlalu jauh memang, tapi tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola.

Kini yang perlu dilakukan Persib adalah tetap di jalur kemenangan dan jangan puas hanya dengan satu poin dari dua laga terakhir, walau itu sudah cukup menjadikan Maung Bandung finis sebagai juara Grup E.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.