Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia ESG Bond Index Hadir, Dorong Pasar Modal Lebih Ramah Lingkungan

6 Jumat, 06 Nov 2026, 15:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia ESG Bond Index Hadir, Dorong Pasar Modal Lebih Ramah Lingkungan Indonesia ESG Bond Index Hadir, Dorong Pasar Modal Lebih Ramah Lingkungan Doc: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto
Ket. Ilustrasi-Seorang wanita berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) meluncurkan Indonesia ESG Bond Index sebagai acuan untuk memantau kinerja Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Direktur Utama PHEI, M. Kadhafi Mukrom mengungkapkan indeks tersebut mencakup 69 seri obligasi dan sukuk (konstituen) yang memenuhi kriteria pemeringkatan.

“Ada 37 untuk seri yang biasa, kalau yang premium ada 32. Obligasinya masuk kategori Triple AAA dan Triple BBB Minus, yang masuk kategori itu yang kami masukkan di indeks ini," ujar Kadhafi diwawancarai wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (6/11).

Kadhafi menjelaskan, indeks tersebut dapat menjadi tolok ukur (benchmark) untuk menilai kinerja portofolio obligasi dan sukuk berbasis ESG, yang mana kehadirannya membuka peluang pengembangan produk investasi berbasis indeks.

Pihaknya pun menilai prospek pasar obligasi dan sukuk korporasi masih positif hingga tahun 2027, yang mana kebutuhan perusahaan untuk memperoleh pendanaan di luar perbankan menjadi salah satu penopangnya.

“Kami melihat prospek ke depan akan terus meningkat. Kalau kita lihat dari sisi likuiditas, frekuensi transaksi di pasar obligasi terus mengalami pertumbuhan. Ini salah satu indikator ke depan bahwa pasar obligasi kita akan terus memiliki prospek yang baik,” ujar Kadhafi.

Ia menjelaskan, korporasi tentunya masih membutuhkan penerbitan obligasi maupun sukuk untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.

Namun demikian, menurutnya, perkembangan imbal hasil (yield) dan suku bunga tetap menjadi tantangan.

Dalam kesempatan sama, Direktur PHEI Djoko Saptono menyoroti potensi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada akhir tahun, yang dapat meningkatkan biaya dana (cost of fund).

“Tapi kami melihat indikator, masih ada pertumbuhan, masih ada peluang. Karena, perusahaan-perusahaan pun masih membutuhkan pendanaan untuk refinancing dan sebagainya,” jelas Djoko.

Sebagai informasi, Indonesia ESG Bond Index terdiri atas dua indeks, yakni ID ESG Bond Total Return Index dan ID ESG Bond Clean Price Index.

Adapun, keduanya dirancang untuk melengkapi acuan bagi investor dalam memantau kinerja portofolio sekaligus mendukung pengembangan produk investasi berbasis indeks.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
3.000 Tarantula Diselundupk...
Ekonomi
Energi Terbarukan Jadi Anda...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.