Google Guyurkan Investasi $15 Miliar di Malaysia, Dorong 37 Ribu Lapangan Kerja Baru

Jumat, 06 Nov 2026, 05:04 WIB

KUALA LUMPUR – Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Google, menyiapkan investasi jumbo senilai 15 miliar dolar AS atau sekitar 240 triliun rupiah di Malaysia untuk periode 2027 hingga 2028. Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas infrastruktur pusat data, mengembangkan energi bersih, memperkuat keamanan air, serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal.

Investasi yang diumumkan unit Alphabet pada Rabu (4/11) itu sekaligus mempertegas posisi Malaysia sebagai salah satu tujuan pengembangan infrastruktur digital dan kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia Tenggara.

Ket. Foto: Ketersediaan energi, infrastruktur digital, sumber daya manusia, serta kepastian pasokan air juga menjadi faktor penting bagi negara yang ingin menjadi pusat pengembangan teknologi di kawasan. — Sumber: Istimewa

Dikutip dari Channel News Asia, Google berencana membangun kampus pusat data baru di negara bagian Selangor dan Negeri Sembilan. Fasilitas tersebut akan melengkapi kampus pusat data pertama perusahaan di Elmina Business Park, Selangor, yang telah beroperasi.

Presiden sekaligus Chief Investment Officer Alphabet dan Google, Ruth Porat, mengatakan investasi tersebut dirancang untuk mendukung prioritas pembangunan Malaysia, terutama dalam menyediakan kapasitas komputasi yang dibutuhkan untuk mendorong inovasi.

"Investasi ini sejalan dengan prioritas pembangunan Malaysia, menyediakan kapasitas komputasi dasar untuk mewujudkan inovasi di seluruh negeri sekaligus menambah sumber daya listrik dan air lokal seiring dengan peningkatan skala operasi kami," kata Porat.

Dampak ekonomi proyek tersebut diperkirakan cukup besar. Selama fase konstruksi, pembangunan kampus-kampus pusat data Google diproyeksikan menyumbang rata-rata 1,1 miliar dolar AS per tahun terhadap produk domestik bruto (PDB) Malaysia.

Selain itu, kegiatan pembangunan tersebut diperkirakan mendukung lebih dari 37.000 lapangan kerja lokal setiap tahunnya.

Manfaat ekonomi diproyeksikan berlanjut setelah seluruh fasilitas beroperasi. Google memperkirakan kampus-kampus pusat datanya akan mempertahankan lebih dari 9.000 lapangan kerja lokal per tahun. Pekerja di fasilitas tersebut juga diperkirakan menerima upah rata-rata 45 persen lebih tinggi dibandingkan median upah nasional.

Tidak hanya membangun infrastruktur digital, Google turut menjanjikan dukungan terhadap transisi energi Malaysia. Perusahaan berencana menambahkan lebih dari 1 gigawatt kapasitas energi bersih ke jaringan listrik nasional.

Google juga menegaskan akan menanggung seluruh biaya listrik yang digunakan kampus pusat datanya, termasuk biaya infrastruktur langsung yang dibutuhkan untuk menghubungkan fasilitas tersebut ke jaringan listrik nasional.

"Google juga akan membayar 100 persen biaya listrik yang digunakan oleh kampus pusat datanya dan biaya infrastruktur langsung yang diperlukan untuk menghubungkannya ke jaringan listrik, sambil mematuhi semua peraturan lokal yang berlaku," demikian pernyataan perusahaan.

Dalam pengelolaan energi, Google menyebut fasilitas pusat datanya di Malaysia akan dirancang memiliki Power Usage Effectiveness (PUE) antara 1,12 hingga 1,14. PUE merupakan indikator efisiensi penggunaan energi di pusat data. Semakin mendekati angka 1, semakin efisien penggunaan energi fasilitas tersebut.

Di luar pembangunan fisik, Google juga menyiapkan empat program baru untuk meningkatkan keterampilan masyarakat Malaysia. Program-program tersebut ditargetkan menjangkau 800.000 warga dalam lima tahun mendatang.

Investasi ini memperlihatkan bahwa persaingan menarik investasi teknologi global tidak hanya berkaitan dengan besarnya modal yang masuk. Ketersediaan energi, infrastruktur digital, sumber daya manusia, serta kepastian pasokan air juga menjadi faktor penting bagi negara yang ingin menjadi pusat pengembangan teknologi di kawasan.

  • Google

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.