Garut Punya Cara Sendiri, Festival Pertanian Jadi Jurus Kendalikan Harga
Jumat, 06 Nov 2026, 20:40 WIBGARUT â Pengendalian harga komoditas menjadi tantangan penting bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Gejolak harga, baik akibat gangguan pasokan, kenaikan biaya produksi, maupun tekanan pasar global, dapat memicu inflasi dan meningkatkan beban rumah tangga serta dunia usaha.
Karena itu, kebijakan pengendalian harga tidak cukup mengandalkan intervensi jangka pendek, tetapi harus ditopang oleh penguatan produksi, kelancaran distribusi, kecukupan stok, dan pengawasan rantai pasok agar stabilitas harga dapat terjaga secara berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengoptimalkan program Festival Pertanian yang selama ini intens digelar setiap bulan yang bertujuan untuk mengendalikan harga komoditas sekaligus memangkas rantai pasok, dan membantu memasarkan produk hasil pertanian.
"Secara umum, harga komoditas yang dijajakan di dalam Festival Pertanian cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan harga di pasar tradisional atau pasar swalayan," kata Kepala Bidang Perlindungan dan Pengembangan Usaha Pertanian pada Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut Susi Suhartianti di Garut, Jumat (6/11).
Ia mengatakan Dispertan Garut memiliki program Festival Pertanian atau bazar pangan yang melibatkan instansi terkait dan petani untuk menjual langsung hasil taninya ke masyarakat.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap satu bulan sekali itu, kata dia, tidak hanya membantu petani memasarkan produknya, tapi juga untuk mengendalikan harga di pasaran agar tetap stabil.
"Bazar pangan yang diinisiasi oleh pemerintah daerah atau instansi terkait seringkali berfungsi ganda sebagai sarana pengendalian harga, stabilisasi pasokan dan harga pangan," katanya.
Ia menyebutkan komoditas yang dijajakan cukup beragam mencakup seluruh hasil bumi dari petani lokal di Garut seperti berbagai sayuran dan buah-buahan, selanjutnya makanan olahan dari hasil pertanian, juga hasil perikanan.
Komoditas yang paling banyak dicari, kata dia, yakni kebutuhan pokok seperti sayur-sayuran yang dinilai konsumen lebih segar dan harganya murah di antaranya kentang Rp14 ribu per kilogram (kg), paket cabai Rp5 ribu per ons, dan â bawang merah Rp10 ribu per 0,5 kg.
"Banyak dicari cabai dan bawang merah karena kedua komoditas ini sering mengalami fluktuasi harga yang cukup tinggi di pasaran umum," katanya.
Ia menyampaikan, tujuan dari kegiatan itu tidak hanya mengendalikan harga, tapi juga untuk mempertemukan petani sebagai produsen utama secara langsung dengan konsumen sehingga bisa memotong jalur distribusi yang panjang.
Selanjutnya, kata dia, meningkatkan kesejahteraan petani dengan memberikan ruang promosi dan penjualan langsung agar petani mendapatkan keuntungan yang lebih optimal.
"Memperkenalkan produk-produk pertanian lokal unggulan daerah kepada masyarakat luas sekaligus mengedukasi pentingnya mencintai produk pangan dalam negeri," katanya.
- Festival Pertanian
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.