Barcelona Didenda 10 Juta Rupiah akibat Pendekatan kepada Julian Alvarez

Kamis, 29 Okt 2026, 00:06 WIB

MADRID — Barcelona dijatuhi denda sebesar 602 euro atau sekitar 10 juta rupiah oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), Selasa, menyusul pengaduan Atletico Madrid terkait pendekatan klub Catalan itu kepada penyerang Argentina, Julian Alvarez.

Atletico menuduh Barcelona menghubungi Alvarez tanpa terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada klub pemilik kontraknya. Penyerang berusia 26 tahun tersebut masih terikat kontrak dengan Atletico hingga Juni 2030.

Ket. Foto: Julian Alvarez. — Sumber: Atletico

Sanksi yang dijatuhkan RFEF mengacu pada Pasal 133 regulasi federasi. Atletico juga membawa persoalan itu ke FIFA, tetapi badan sepak bola dunia tersebut menyatakan tidak memiliki yurisdiksi untuk menangani kasus tersebut.

Meski nilai dendanya relatif kecil, polemik transfer Alvarez berdampak besar terhadap hubungannya dengan suporter Atletico. Situasi itu bahkan membuat sang penyerang harus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Alvarez mencetak gol kemenangan Atletico saat mengalahkan Deportivo La Coruna pada Sabtu. Gol tersebut menjadi golnya dalam dua pertandingan berturut-turut sekaligus membantu Atletico memangkas jarak menjadi dua poin dari Barcelona yang memimpin klasemen LaLiga.

Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada performanya di lapangan. Alvarez juga berusaha memulihkan hubungan dengan pendukung Atletico setelah pernyataannya mengenai keinginan bergabung dengan Barcelona memicu kontroversi.

Dalam wawancara saat Piala Dunia 2026, Alvarez mengungkapkan keinginannya untuk mewujudkan impian bermain bagi Barcelona. Pernyataan itu memicu polemik transfer yang berlarut-larut sepanjang bursa transfer musim panas.

“Saya melakukan kesalahan. Saya memahami mengapa para penggemar marah. Jika saya berada di posisi mereka, saya juga akan marah. Terutama mengingat dukungan yang telah mereka berikan sejak saya tiba,” kata Alvarez.

Sepanjang musim ini, Alvarez beberapa kali mendapat siulan dari suporter tuan rumah di Stadion Metropolitano. Namun, situasi mulai mencair setelah ia mencetak gol pada Sabtu. Sebagian penonton bahkan memberikan tepuk tangan sambil berdiri sebagai bentuk apresiasi.

Respons tersebut menjadi sinyal positif bagi Alvarez di tengah upayanya merebut kembali kepercayaan pendukung Atletico. Kini, tantangannya bukan hanya menjaga ketajaman di depan gawang, melainkan juga membuktikan komitmennya kepada klub yang masih mengikatnya hingga 2030.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.