CIMB Niaga Ajak Anak Muda Bangun Kebiasaan Finansial Sehat Lewat Film Lagi Probation
Jumat, 06 Nov 2026, 09:30 WIBJAKARTA- PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mengajak generasi muda membangun kebiasaan finansial sehat sejak awal karier melalui dukungan terhadap film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Film produksi BASE Entertainment tersebut mengangkat realitas perjuangan anak muda memasuki dunia kerja, menghadapi tekanan ekonomi, serta menentukan makna keberhasilan.
Dukungan CIMB Niaga terhadap film yang disutradarai Archie Hekagery itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan mendampingi generasi muda dalam berbagai tahap perjalanan hidup. Upaya tersebut sejalan dengan purpose perusahaan, Advancing Customers & Society, melalui penyediaan solusi perbankan dan keuangan untuk membantu masyarakat mewujudkan aspirasi.
Head of Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga, Amir Widjaya, mengatakan film tersebut relevan dengan tantangan anak muda ketika memasuki dunia kerja, mulai dari proses adaptasi, penentuan tujuan, hingga membangun fondasi masa depan.Â
âMembangun kebiasaan finansial yang sehat sejak awal karier merupakan salah satu langkah penting untuk mewujudkan tujuan di masa depan. Melalui OCTO dan OCTO Savers Payroll, kami mengajak masyarakat untuk Pindahin Gaji ke OCTO agar penghasilan yang diperoleh dapat dikelola lebih optimal, tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk menabung, berinvestasi, dan mempersiapkan masa depan,â jelas Amir dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (5/11).
Film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? diadaptasi dari buku best seller karya Samuel Ray. Ceritanya mengikuti perjalanan enam calon karyawan yang menjalani masa probation dan bersaing untuk mendapatkan satu posisi karyawan tetap.
Kisah tersebut menggambarkan berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan generasi muda, seperti tekanan ekonomi keluarga, ambisi karier, persaingan mendapatkan pekerjaan, hingga pencarian makna hidup di tengah ketidakpastian.
Diproduseri Shanty Harmayn, film tersebut menghadirkan enam karakter dengan latar belakang dan kepribadian berbeda. Aurora Ribero, Rey Bong, Gabriella Ekaputri, Lutfi Afansyah, Daffa Wardhana, dan Arafah Rianti menjadi representasi beragam pengalaman anak muda dalam menghadapi dunia kerja.
Aurora Ribero memerankan Bintang, anak sulung yang menanggung tanggung jawab ekonomi keluarga sekaligus berusaha memenuhi ekspektasi berbagai pihak. Sementara itu, Gabriella Ekaputri berperan sebagai Claudia, sosok ambisius yang mengutamakan karier di atas hubungan personal.
Aurora menilai karakter Bintang menggambarkan tekanan yang dirasakan anak muda untuk segera mencapai kesuksesan.
âMemerankan Bintang membuat saya sadar betapa besarnya pressure anak muda masa kini yang merasa harus cepat sukses. Tekanan terbesar justru sering datang dari diri mereka sendiri. Lewat Bintang, saya ingin menyampaikan bahwa tidak apa-apa untuk berjuang, tetapi juga harus ingat dengan diri sendiri dan kesehatan mental tetap harus nomor satu,â katanya.
Gabriella menambahkan, ambisi dapat menjadi kekuatan dalam perjalanan karier, tetapi berpotensi menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat apabila digunakan untuk menjatuhkan orang lain.
Karakter Damai yang diperankan Lutfi Afansyah dan Velma yang dimainkan Arafah Rianti menghadirkan unsur humor. Damai menggambarkan pekerja yang menutupi keterbatasan kemampuan dengan istilah korporasi, sedangkan Velma merepresentasikan mereka yang menghadapi kerasnya persaingan hidup.
Film ini juga menghadirkan Bima yang diperankan Rey Bong dengan alur tak terduga serta Mika yang dimainkan Daffa Wardhana, anak muda dengan privilese yang berusaha menerapkan gaya hidup hemat.
Sisi Humanis
Shanty Harmayn mengatakan film tersebut tidak sekadar mengisahkan persaingan mendapatkan pekerjaan, tetapi juga menyoroti sisi humanis pekerja dan perjalanan menemukan arti keberhasilan.
âKegagalan atau penolakan di dunia kerja bukanlah akhir dari segalanya. Terkadang, rejection is redirection. Film ini adalah pesan harapan bagi siapa pun yang sedang lelah berjuang di tengah beban ekonomi saat ini,â ujar Shanty.
Penulis buku Lagi Probation, Samuel Ray, berharap film tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi lulusan baru dan pekerja pemula untuk memahami dunia kerja, termasuk hak-hak mereka sebagai pekerja agar tidak mudah mengalami eksploitasi.
Melalui kisah yang memadukan drama, humor, dan refleksi kehidupan, film ini diharapkan memberikan perspektif bagi generasi muda dalam menghadapi tekanan karier sekaligus mendorong pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Vitto Budi
Berita Terkait:
-
Lampu Kuning! Penciptaan Lapangan Kerja Memburuk
-
Inflasi AS Melonjak Jelang Pemilu, The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga
-
Polisi Tindak Lanjuti Dugaan Aksi Perundungan Siswi di SMPN 10 Ciputat
-
CIMB Niaga Gandeng Film “Lagi Probation”, Ajak Generasi Muda Siapkan Karier dan Finansial Sehat
-
Resilience Jadi Kunci Produktivitas Pekerja di Tengah Ketidakpastian, Temuan Studi Zurich
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.