Alcaraz Tantang Shelton di Final Paris Masters, Siap Balas Kekalahan di US Open
Minggu, 08 Nov 2026, 08:11 WIBPARIS, PRANCIS â Carlos Alcaraz menyebut menghadapi petenis peringkat keempat dunia, Ben Shelton, sebagai salah satu tantangan terbaik dalam tenis saat ini. Pernyataan itu disampaikan petenis Spanyol tersebut setelah mengalahkan Casper Ruud untuk memastikan tempat di final Paris Masters, Minggu (8/11).
Final ini sekaligus menjadi pertemuan pertama Alcaraz dan Shelton sejak petenis Amerika Serikat itu menghentikan langkah sang juara bertahan di perempat final US Open musim ini.
Alcaraz melaju ke partai puncak setelah menundukkan mantan petenis nomor dua dunia, Casper Ruud, dua set langsung 6-4, 6-4 pada laga semifinal, Sabtu. Sementara itu, Shelton memastikan tiket final dengan mengakhiri perjalanan sensasional petenis tuan rumah, Luca Van Assche, melalui kemenangan 5-7, 6-3, 6-4.
"Ben Shelton mencapai final US Open dan mengalahkan saya dalam pertandingan yang sangat bagus. Saya akan berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin," kata Alcaraz kepada wartawan.
"Refleks saya harus berada pada level 10 dari 10 jika ingin mengembalikan servis-servisnya. Saya akan berusaha memainkan tenis terbaik. Jika tidak, saya pikir dia akan mengalahkan saya. Menghadapi Shelton merupakan salah satu tantangan terbaik dalam tenis saat ini."
Setelah harus menyelamatkan dua match point untuk membalikkan keadaan dan mengalahkan Taylor Fritz dalam pertandingan perempat final yang dramatis, Alcaraz tidak membutuhkan perjuangan serupa saat menghadapi Ruud.
Unggulan kedua itu tampil tenang dan konsisten sepanjang pertandingan. Dengan mengandalkan permainan dari garis belakang, juara tujuh kali Grand Slam tersebut secara bertahap mengendalikan permainan dan merebut satu-satunya break point yang dibutuhkannya pada set pertama, tepatnya di gim ketujuh.
Pada set kedua, Alcaraz kembali menekan servis Ruud. Dia menciptakan tiga peluang break dan berhasil memanfaatkan kesempatan kedua setelah petenis Norwegia berusia 27 tahun itu gagal mengembalikan bola dengan baik saat mencoba melakukan pukulan pendekatan ke net.
Keunggulan tersebut membuka jalan bagi Alcaraz untuk melakukan servis penentu kemenangan. Petenis berusia 23 tahun itu akhirnya memastikan kemenangan pada kesempatan kedua melalui sebuah ace.
Keberhasilan mencapai final Paris Masters untuk pertama kalinya memiliki arti khusus bagi Alcaraz. Dia mengaku sudah cukup lama menantikan pencapaian tersebut setelah beberapa kali mengalami hasil mengecewakan di turnamen ini.
"Ini sangat berarti bagi saya. Saya sudah lama mengejar momen ini. Saya berkali-kali kalah, termasuk tersingkir pada babak pertama, sesuatu yang sebenarnya tidak biasa saya alami. Ada beberapa kekalahan yang sangat menyakitkan di sini," ujar Alcaraz.
"Karena itu, saya sangat senang bisa memainkan tenis yang bagus sepanjang pekan ini. Besok saya akan kembali ke lapangan dan berusaha menikmati setiap detiknya."
Sebelumnya, Ben Shelton harus bekerja keras untuk menyingkirkan petenis Prancis peringkat ke-47 dunia, Luca Van Assche. Kemenangan tiga set tersebut mengantarkan petenis kidal berusia 24 tahun itu ke final keenamnya sepanjang musim ini.
Final Paris Masters juga membuka peluang bagi Shelton untuk menambah koleksi gelar turnamen level Masters. Sebelumnya, dia sukses menjuarai Canadian Open dalam dua edisi terakhir.
Shelton mengawali pertandingan dengan kurang meyakinkan. Sejumlah kesalahan pada pukulan-pukulan dasarnya yang biasanya solid membuat dia kehilangan servis pada gim ke-11. Van Assche pun merebut set pertama 7-5.
Namun, Shelton mampu meningkatkan kualitas permainannya pada set kedua. Sebuah pukulan forehand menyilang yang gagal dijangkau lawan ketika kedudukan 15-40 memberinya break untuk unggul 4-2. Dia kemudian mempertahankan keunggulan tersebut guna memaksakan set penentuan.
Ketegangan semakin terasa pada set ketiga. Kedua pemain melakukan sejumlah kesalahan yang berujung pada dua break secara beruntun di pertengahan set.
Pengalaman Shelton yang sudah mencatatkan 10 penampilan di final turnamen profesional menjadi salah satu faktor pembeda. Setelah memenangi sebuah reli melalui pukulan backhand, dia terlihat santai melakukan tos dengan ayah sekaligus pelatihnya, Bryan Shelton.
Momentum tersebut berlanjut ketika Shelton mematahkan servis Van Assche pada gim berikutnya untuk unggul 4-3.
Petenis Amerika Serikat itu kemudian mendapatkan dua match point dan akhirnya memastikan kemenangan pada kesempatan kedua.
"Saya pikir cukup sulit untuk tetap berada dalam kondisi 100 persen fokus pada tahap akhir musim seperti sekarang. Namun, karena saya bersenang-senang dan menikmati permainan di lapangan, semuanya terasa lebih mudah," kata Shelton.
"Inilah posisi yang ingin saya capai, yakni bermain melawan para petenis terbaik dunia."
Shelton juga memberikan pujian kepada calon lawannya di final. Dia menilai Alcaraz sedang berada dalam performa terbaik, terutama setelah menjuarai turnamen di Wina pekan sebelumnya.
"Jelas, Carlos tidak perlu diragukan lagi. Dia memenangi gelar pekan lalu di Wina, bermain sangat bagus di lapangan indoor, dan juga menyajikan tenis yang menghibur," ujarnya.
Bagi Van Assche, kekalahan tersebut memang mengubur ambisinya mencapai final Masters untuk pertama kalinya. Padahal, dia sempat berada dalam posisi unggul satu break pada set penentuan.
Meski gagal melangkah lebih jauh, petenis berusia 22 tahun itu tetap memiliki alasan untuk mengenang Paris Masters musim ini sebagai salah satu pencapaian terbaik dalam kariernya.
Dalam perjalanannya menuju semifinal, Van Assche berhasil menyingkirkan mantan petenis lima besar dunia, Lorenzo Musetti, serta unggulan ke-15 asal Amerika Serikat, Learner Tien.
- Paris Masters
- Carlos Alcaraz
- Ben Shelton
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Cegah Gangguan, PLN dan Polda Sulsel Perkuat Kerja Sama untuk Menjaga Infrastruktur Listrik
-
Urban Farming Digenjot, Semarang Lawan Ancaman Krisis Pangan
-
Mangkuluhur ARTOTEL Suites Raih Best City Hotel 2025–2026, Ini Keunggulannya
-
Realisasi penyaluran tunjangan profesi guru non-ASN 2026
-
Jelang Super League: PSM Makassar Siap Kejutkan Bhayangkara FC
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.