Cadangan Devisa Turun, Pertahanan Rupiah Kian Diuji
Jumat, 06 Nov 2026, 15:50 WIBJAKARTA â Penurunan cadangan devisa Indonesia sebesar 500 juta dollar AS atau setara Rp9,04 triliun rupiah (kurs saat ini (Rp18.085,31/ dolar AS) pada akhir Oktober 2026 mengindikasikan masih kuatnya tekanan terhadap stabilitas eksternal perekonomian nasional.
Meski penurunan tersebut belum tentu mencerminkan pelemahan fundamental, perkembangan ini perlu dicermati karena cadangan devisa menjadi bantalan penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, membiayai kebutuhan impor, dan memenuhi kewajiban pembayaran luar negeri.
Di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan, kemampuan pemerintah dan Bank Indonesia menjaga kecukupan cadangan devisa menjadi krusial agar tekanan eksternal tidak semakin menggerus kepercayaan pasar.
Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2026 tetap terjaga sebesar 146,8 miliar dolar AS, relatif stabil dibandingkan dengan posisi pada akhir September sebesar 146,3 miliar dolar AS.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan yang diterima di Kota Sabang, Aceh, Jumat (6/11), menyampaikan bahwa perkembangan posisi cadangan devisa tersebut terutama dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa.
Sementara itu, pembayaran utang luar negeri pemerintah yang jatuh tempo dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh BI juga turut memengaruhi posisi cadangan devisa di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.
Posisi cadangan devisa pada akhir Oktober 2026 setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.
Bank Indonesia mengatakan bahwa ke depan, pihaknya meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
Selain itu, BI terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
El Nino Diprediksi Memuncak Juli-Oktober 2026, Kepala Daerah Diminta Siaga Karhutla
-
WALHI Gorontalo Dampingi Warga Bonepantai yang Menolak Tambang PT CBM.
-
BPBD Jabar Laporkan 529 Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung Barat
-
Jelang Rilis, Google Bocorkan Tampilan Laptop Googlebook, Seperti Apa?
-
IHSG Longsor Pagi Ini: Dari Rebalancing MSCI hingga Warning FTSE Russell
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.