WTA Finals, Rybakina dan Gauff Terjebak Grup Neraka

Kamis, 05 Nov 2026, 06:47 WIB

INDIAN WELLS – Persaingan menuju gelar juara WTA Finals 2026 dipastikan berlangsung sengit. Petenis nomor satu dunia Elena Rybakina akan berada satu grup dengan petenis Amerika Serikat Coco Gauff. Sementara itu, peringkat kedua Aryna Sabalenka harus menghadapi tantangan petenis muda Russia, Mirra Andreeva, di Grup Dua.

Rybakina, yang berstatus juara bertahan, tergabung di Grup Satu bersama Gauff, Jessica Pegula, dan Linda Noskova. Bagi Noskova, turnamen penutup musim yang mempertemukan delapan petenis terbaik dunia tersebut menjadi penampilan perdana sepanjang kariernya.

Ket. Foto: Petenis Kazakhstan, Elena Rybakina, melakukan pukulan balasan saat menghadapi rekan senegaranya, Yulia Putintseva, dalam turnamen tenis WTA Pan Pacific Open di Ariake Coliseum, Tokyo, pada 29 Oktober 2026. — Sumber: Rie KIKUCHI / AFP

Grup ini menghadirkan persaingan menarik. Rybakina harus mempertahankan konsistensi setelah merebut posisi puncak peringkat dunia usai US Open pada bulan September lalu. Gauff dan Pegula, yang sudah empat kali tampil di WTA Finals, tentu bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Sementara itu, Noskova datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai Wimbledon tahun ini.

Di Grup Dua, Sabalenka akan berhadapan dengan Andreeva yang baru berusia 19 tahun. Dua petenis tersebut juga akan bersaing dengan juara WTA Finals 2018 Elina Svitolina dan petenis Ceko Karolina Muchova.

WTA Finals tahun ini akan berlangsung di Indian Wells Tennis Garden, Amerika Serikat, pada tanggal 8-15 November. Dua petenis terbaik dari masing-masing grup akan melaju ke semifinal setelah menjalani pertandingan dengan sistem setengah kompetisi atau round-robin.

Bagi Rybakina, status sebagai petenis nomor satu dunia menghadirkan tantangan sekaligus motivasi tambahan. Dia mengakui perhatian besar yang kini tertuju kepadanya menjadi tekanan tersendiri, tetapi juga mendorongnya untuk terus mempertahankan performa terbaik.

“Beberapa bulan terakhir sungguh luar biasa,” kata Rybakina dalam acara pengundian grup, Rabu (4/11). “Tentu ada tekanan karena besarnya perhatian yang diberikan. Namun, pada saat bersamaan, hal itu juga menjadi motivasi karena Anda tentu tidak ingin kalah. Dalam olahraga ini, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ujarnya.

Di sisi lain, Sabalenka datang dengan ambisi merebut kembali posisi nomor satu dunia yang direbut Rybakina setelah US Open. ben/G-1

  • WTA Finals

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.