Sulut Punya Potensi Ekonomi Raksasa! Pemprov Ungkap Peran Kelautan dan Perikanan sebagai Andalan Daerah

Kamis, 05 Nov 2026, 01:27 WIB

MANADO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) menegaskan sektor kelautan dan perikanan merupakan pilar utama perekonomian daerah sekaligus penyangga kesejahteraan masyarakat pesisir di wilayah tersebut.

"Pemanfaatan sumber daya laut wajib berjalan selaras dengan upaya menjaga kesehatan dan kelestarian ekosistem bahari," ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahlis Gallang di Manado, Rabu.

Ket. Foto: Sektor kelautan dan perikanan adalah pilar utama perekonomian daerah dan penyangga kesejahteraan masyarakat pesisir di Sulut. Tampak deretan kapal nelayan di Kabupaten Kepulauan Talaud yang sandar dekat Pelabuhan Melonguane. — Sumber: Antara foto

Untuk mewujudkan keseimbangan tersebut, kata dia, kebutuhan akan data yang akurat, terstandar, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi hal yang sangat mutlak.

Menurut dia, data adalah fondasi utama dalam setiap tahap pembangunan, mulai dari perencanaan kebijakan, pengaturan pemanfaatan kawasan, pengawasan di lapangan, hingga evaluasi dampak pembangunan ekonomi biru.

Tahlis menjelaskan, pemetaan data kelautan dan perikanan yang selama ini tersebar di berbagai instansi, lembaga penelitian, mitra, serta kelompok masyarakat, perlu terus diselaraskan guna menyatukan beragam format, definisi, dan mekanisme pemutakhiran.

Menurut dia, penguatan koordinasi dan keterhubungan data lintas sektor menjadi kunci utama untuk membangun gambaran informasi kelautan yang utuh, terpadu, serta terintegrasi.

Sekdaprov menjelaskan, provinsi ujung utara tersebut dianugerahi potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang luar biasa melimpah.

"Wilayah laut kita membentang luas, menopang perikanan tangkap, perikanan budidaya, kawasan konservasi perairan, hingga potensi pesisir dan pulau-pulau kecil," katanya.

Dia mengatakan, produksi perikanan tangkap daerah terus menunjukkan tren kenaikan, menembus angka lebih dari 370 ribu ton pada tahun 2025, ditopang oleh komoditas bernilai tinggi seperti tuna, cakalang, tongkol, hingga malalugis.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.